assalamualaikum,wr.wb

Keluarlah darimenara gading. Rasakan penderitaan para pesakitan yang terdzalimi
hingga menghabiskan umur, uang dan kebahagiaannya. Antasari, salah
satunya ). Keburu bangkrut negeri ini kalau orang2 terbaik malah
dipenjarakan orang2 jahat.

Laman

Minggu, 04 Desember 2011

Akhirnya, tanpa kusadari, bulir-bulir air mata mulai membasahi wajahku. Aku sudah tidak ingat lagi, kapan terakhir aku menangis di atas sajadahku. Aku sering sekali merindukan hadirnya malam-malam seperti ini, malam dimana Engkau hadirkan cintaMu dalam relung hatiku. Ketika cinta itu begitu mengelora, dia berwujud menjadi tetesan-tetesan air mata, membentuk sungai kecil, mengalir perlahan sebelum akhirnya jatuh dan membasahi tempat aku bersujud padaMu. Namun entah mengapa cinta yang mengelora tadi cepat berlalu seakan dia tidak ingin menyatu dan menetap di hatiku.
Tuhan leraikanlah dunia
Yang mendiam di dalam hatiku
Kerana di situ tidak ku mampu
Mengumpul dua cinta
Hanya cinta-Mu
Ku harap tumbuh
Dibajai bangkai nafsu yang kubunuh
( diantara dua cinta, Raihan)
Di usiaku yang hampir empat puluh, mengapa cintaMu tak jua mau menetap di relung hatiku? Ataukah memang tidak mungkin mengumpulkan dua cinta dalam satu hati? Ketika aku masih berharap pujian dan aplausan tepuk tangan manusia, cinta-Mu pergi. Ketika aku berharap jabatan dan gengsi kedudukan di hadapan manusia, cinta-Mu segera meninggalkanku. Ketika aku menunda urusanKu padamu karena urusan duniaku yang tiada mengenal waktu, cinta-Mu tidak lagi mau menunggu. Ketika pandanganku terpesona dengan mahluk ciptaanMu padahal kutahu pandangan itu tidak sah bagiku, cinta-Mu meninggalkanku terburu-buru. Ketika tanganku masih terasa agak berat melepaskan lembaran-lembaran merah untuk berinfaq dijalanMu, padahal kutahu bahwa lembaran-lembaran itu juga pemberianMu, cinta-Mu segera berpaling dariku.
Laa ilaaha illa anta subhaanka inni kuntu minaz zaalimeen
Bahwa tidak ada Tuhan selain Engkau
Maha suci Engkau,
Sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim
( Al-Qur’an, surah Al-Anbiyaa’ 87)
Ku yakin, Engkau hadir malam ini, sebagaimana Engkau hadir pada setiap malam yang telah Engkau ciptakan. BagiMu, apalah artinya gelap malam ruangan tempatku bersujud dibandingkan gelapnya perut ikan yang berada di lautan yang dalam di tengah malam yang gelap saat utusanMu Yunus mengiba belas kasihMu? Ketika kekasihMu Yunus mengharap ampunan dan cintaMu dengan Laa ilaaha illa anta subhaanka inni kuntu minaz zaalimeen, dan Engkau mengabulkannya, mengapa Engkau tidak hadirkan hal yang sama padaku ketika aku berucap yang sama dalam rukuk dan sujudku. Walau kusadar bahwa diriku jarang mengingatMu dan banyak bermaksiat kepadaMu, bukankah aku jua hambaMu, yang hadir di dunia ini atas seizinMu, yang saat ini duduk bersimpuh juga atas sepentahuanMu.
Maka kalau sekiranya dia
tidak termasuk orang-orang yang banyak mengingat Allah,
niscaya ia akan tetap tinggal di perut ikan itu sampai hari berbangkit.
( Al-Qur’an, surah Ash-Shaaffaat ’143-144)
Tanpa terasa, tetes-tetes air mata menjadi hujan deras yang tiada terbendung. Sungai kecil di lekuk wajahku yang tidak halus, kini mulai melebar, membentuk anak-anak sungai, yang mengalirkan terus air mata sebelum tumpah ruah jatuh di tempat aku menumpu. Betapa malu aku aku padaMu, karena mengharap cintaMu menetap di diriku sementara aku sendiri dalam banyak waktu tidak mencintaiMu.
Satu tahun barusan saja berlalu, namun sangat jarang aku bersamaiMu di sepertiga malam saat malaikat-malaikatMu turun mencari hamba-hambaMu yang tunduk, rukuk dan sujud karena mencintaiMu. Satu tahun telah berlalu, namun tidak banyak siang hariku dimana aku menahan lapar dan dahaga semata-mata agar aku bisa lebih mensyukuri rezeki yang Engkau alirkan kepadaku yang jumlahnya tiada kuasa aku menghitungnya. Satu tahun telah berlalu, namun sering aku tidak rindu padaMu dan tidak tergesa-gesa ke rumahMu ketika panggilan azan mencapai dua daun telinga ciptaanMu.
Satu tahun telah berlalu, dua kaki sempurna yang telah Engkau ciptakan kepadaKu, sedikit sekali dia melangkah munuju majelis dimana hamba-hambaMu duduk melinggar dalam liqoat panjang mengingatMu. Satu tahun telah berlalu, dua mahluk manis dan mungil yang Engkau titipkan kepadaku, namun hari-hariku jauh lebih banyak membersamai rekan kerjaku dibandingkan membersamai mereka, kalaupun aku membersamai mereka, itupun dengan waktu dan energi sisa yang sudah terkuras oleh pekerjaanku. Satu tahun telah berlalu, betapa banyak aku menyaksikan beberapa hambaMu ditandu oleh orang-orang dan dimasukkan ke bumi ciptaaMu, namun jarang sekali hatiku bergetar mengingat hari dimana aku kembali padaMu.
Telah berapa hari engkau hidup dalam lumpur yang membunuh hatimu
sehingga getarannya tak terasa lagi..
Usia berkurang banyak tanpa jenjang
kedewasaan ruhani bertambah tinggi. Malu kepada Allah
dan hati nurani tak ada lagi.
(Kematian hati, (alm)KH Rahmat Abdullah)
Hembusan angin perlahan menerobos diantara tirai besi jendela mengusik sejenak perhatianku. Ku menoleh ke arah jendela yang pandangannya terbatas, di luar sana ada satu bintang mengantung di langit selatan. Kuberanjak ke luar, kusaksikan ternyata ada banyak bintang di ufuk timur, utara dan ada lebih banyak lagi bintang di langit tepat di atas kepalaku. Di ufuk barat, bulan sangat purnama, seolah ingin mengalahkan sang mentari yang sebentar lagi menampakkan dirinya bersebrangan di ufuk timur. Malam ini sangat indah. Dia menghiasi langit pertama ciptaanNya di hari pertama di tahun yang baru dengan perpaduan kerlipan bintang-bintang dan purnamanya sang rembulan. Aku ingin sekali malam ini tidak pergi berlalu sebagaimana aku ingin cinta-Mu yang sempat singgah dan mendamaikan hatiKu sejenak di malam ini, tidak akan pergi lagi selamanya. Ya, Allah, aku rindu padaMu dan aku ingin cintaMu.
Wallahu’alam bishowab.

Ikhwan Genit

Di edisi lalu temen saya membuat tulisan yang cukup menohok “ Akhowat Genit”. Sebenarnya dari dulu saya ingin membalas tulisan beliau dengan judul “Ikhwan Genit”, tapi karena banyak sekali pertimbangan (klo dikroscek lagi, apa pertimbangan saya waktu itu, saya lupa!) akhirnya saya tidak jadi menulis tentang itu. Kalau ada buku “Jangan Jadi Akhwat Nyebelin”, harusnya juga ada buku yang membahas “Jangan Jadi Ikhwan Nyebelin”. Setelah baca tulisan beliau, saya jadi pengen mengubah diri saya. Yagh, point penting, selalu pastikan diri menuju lebih baik dimana dan kapan pun berada. Hehhe.. biar ga berjodoh ama ikhwan genit :D Disini pun saya akan menulis tentang “ Ikhwan Genit” dengan harapan ada yang pengen memperbaiki diri juga.

Mencermati, mendengar, dan melihat kondisi akhir-akhir ini, akhirnya saya berani menulis tulisan ini, Tidak lain untuk menasehati diri sendiri. Bila sudah nulis masak segh mau dilanggar, bila sudah menyeru ke orang lain masak segh diri sendiri tidak melakukannya, gengsi dunk ama Allah, nti di cap Allah sebagai orang yang “ Kaburo Maktan “ (Qs As-Saff 2-3) bisa gaswat total. Di cap genit oleh manusia segh ga begitu masalah, tapi bila di cap “genit “ oleh Alloh sudah menjadi masalah yang teramat besar. [Ingat konteksnya “genit” pada lain jenis yang bukan mahramnya].

“ Ikhwan “ begitu kata bahasa arab yang artinya “ saudara laki-laki”, tetapi ternyata ada perkembangan makna, istilah bahasa indonesianya “ sinekdoke totem pro parte” ikhwan ialah seorang laki-laki yang sholeh, yang selalu ke masjid, seorang aktivis dakwah, mungkin ditambah lagi, jenggoters n congklangers ahh.. begitulah ikhwan. Mencoba menyoroti, duluw saya n teman saya (link mae) membuat kriteria ikhwan black list di bumi mipa, menyoroti ikhwan-ikhwan yang agak nyleneh di mipa [heheh, ada ada aja ya]. Ya karena sifat n karakter mereka ga ikhwan bangetzzz jadi ya dimasukin dalam daftar ikhwan black list. Jujur, saya yang sekarang orangnya open mind, open source (emange linuxers :D ), n ga se saklek duluw (walau duluw juga ga begitu saklek) mencoba membuat kriteria ikhwan genit ( ditunggu bagi akhwat yang saklek, mungkin bisa menambahkan kriteria) :D Diantaranya sebagai berikut:

1.Ikhwan genit akan bergaya dia paham agama tapi sebenarnya biasa-biasa saja.

2.Ikhwan genit jarang ke Masjid, ke Masjidnya pas jum’atan saja. Pas Jum’atan aja masih diselingi ngantuk, rame sendiri, dan sibuk dengan HP nya.

3.Ikhwan genit, akan menyingsingkan celananya alias menjadi sosok congklangers ( biar ga isbal ) di depan para akhwat sedang klo bertemu dengan cewek biasa diturunkan lagi celananya.

4.Ikhwan genit suka chating dengan akhwat, diskusi dengan hal-hal yang ga perlu, katanya segh dakwah di dunia maya, tetapi yang diobrolkan jauh dari nilai esensi dakwah.

5.Ikhwan genit suka nelpon-nelpon akhwat tanpa agenda yang jelas, lama banget, n mendayu-dayu, padahal sms saja bisa.

6.Ikhwan genit, memanfaatkan amanah dakwah nya untuk kepentingan dirinya, dan menseleksi akhwat, menilai akhwat layak tidak untuk dirinya, sekufu tidak dengan dirinya, dan orientasi pribadi lainnya.

7.Ikhwan genit memanfaatkan kepandaiannya dalam skill tertentu untuk menarik akhwat, misal skill memperbaiki komputer,HP, pemrograman, buat blog (site) dan buat proposal atau kerja teknis lainnya.

8.Ikhwan genit berjalan suka jelalatan, klo ada akhwat yang melintas di depannya selalu memberi penilaian, “ akhwat ini 80, akhwat itu 70 … dsb”

9.Ikhwan genit, sok perhatian ke akhwat, mempunyai belas kasihan yang terlalu berlebihan, padahal biasa-biasa saja sebenarnya bisa.

10.Ikhwan genit, suka bercanda dan cair dengan akhwat, dan ga risih dengan syuro yang berhadap-hadapan.

11.Ikhwan genit suka sekali sms tausiyah padahal sebenarnya dia lagi kangen saja sama akhwat idolanya, menurut saya etika sms tausiyah,” sent to all”, ga ada spesifikasi untuk ikhwan/akhwat tertentu, atau untuk lebih berhati-hati ikhwan sms tausiyahnya ke ikhwan dan akhwat ke akhwat.

12. Ikhwan genit yang kebetulan mendapat amanah di kaderisasi, perhatian n sok campur tangan dengan kaderisasi akhwat, padahal jelas-jelas kaderisasi ikhwan dan akhwat benar-banar sesuatu yang terpisah, dan semuanya sudah ada yang ngurusin.

13.Ikhwan genit suka menjanjikan “ nikah “ kepada seorang akhwat padahal itu masih lama banget menikahnya alias ngetek duluan, n yang terjadi akhirnya adalah back street.. wew parah!!

14.Ikhwan genit suka koleksi foto akhwat, dan suka menge-crop foto akhwat yang jadi idolanya, dan lebih gila lagi, menjadikannya background atau screen servernya di komputernya atau laptopnya.

15.Ikhwan genit suka koleksi teman-teman akhwat dengan FS, YM, FB dan sok perhatian ngasih komen di FS nya.

16.Ikhwan genit ga suka kajian, tapi seneng beli buku, padahal bukunya juga ga di baca.

17.Ikhwan genit suka jalan-jalan di Sunday morning dan melotot lihat akhwat cantik, n ga bisa Godhul bashor, ayo ikhwan tundukkan pandanganmu, biar kami bisa leluasa kalau harus berjalan di depanmu.
“Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat”. Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, … (QS.An-Nuur[24]:30-31″

18. Ikhwan genit dalam obrolan teman sesamanya yang dibicarakan selalu seputar akhwat, minim membahas ilmu dien, dan strategi dakwah.

19.Ikhwan genit sering berkunjung ke tempat akhwat, banyak sekali alasannya, entah mau pinjem buku, mau ngantar sesuatu, atau apalah tanpa ada alasan yang jelas.

20.Ikhwan genit suka tertawa terbahak-bahak ga karuan kalau lagi berkumpul sesamanya, padahal kelihatannya antheng & alim banget pas di depan akhwat & pas syuro’.
SANG REMBULAN
Hiasan taman langit mulai berdandan Akan semaraknya barisan bintang dan rembulan Yang berjabat tangan untuk hangatkan persada Aku berdiri pada jendela yang tak berkaki Memandang keindahan langit yang tak bertepi Dan ku lihat segurat senyum menatapku mesra Dengan bola mata yang indah laksana rembulan bulat yang lucu Menari laksana bidadari yang berkalung pelangi Berselendang cahaya bintang yang bertaburan Rembulan malam ini tanpak bulat dengan pipinya yang ranum Kemerahan menyapa merpati yang sedang menari di tengah malam melompat lompat di balik rimbunnya dedaunan Yang tedukan bumi mengeja bait bait rindu yang terbaca di balik awan Hingga terdengar nyanyian suara yang merdu sekali Laksana petikan harpa yang menepuk nepuk jiwa Menghanyutkan malam dengan tarian bidadari telanjang Bersanggul bintang yang sangat terang benderang Janji bintang kepada rembulan malam ini sungguh terlihat indah Saling berangkulan dengan mesra menyembul di balik awan Bagaikan pengantin yang ber ijab kabul di pelataran altar putih Hingga cakrawala terlihat terang benderang dengan senyum menawan Berpita pelangi, tampak di persada sekumpulan kembang mawar Dan melati menatap dengan senang hingga kelopaknya merekah Berkilauan bertaburan cahaya mutiara yang indah Malam ini ingin sekali aku petik bintang kejora yang bergelayut indah di hamparan langit dan ku sematkan di dada ataupun di senyummu Hingga cahaya terang menemanimu di derasnya malam Dan bercerita tentang perjalanan yang harus ditempuh Dalam meniti terang pada pulau biru yang kita impikan Untuk bersandar pulang di temani riuhnya para bidadari Yang baik hati yang selalu tersenyum pada kita

SUNGAI INDAH DI HATIMU
Mentari pagi ini menyapa dengan sayap sayap indahnya berkilau dan bercahaya terang membaluti persada yang mulai berkelopak untuk menyambut siang dan pagi ini ingin aku membuat sebatang sungai di hatimu dan di atas bantarannya aku akan duduk dan menyaksikan alirannya yang berjalan tenang hingga teresap dalm keindahan rasa yang bergemericik lembut Sebatang sungai yang aku buat di hatimu pagi ini tidak ingin hanya duduk di bantarannya dan memandang alirannya ingin ku selami dan berenang melintasi air yang bening dan bercahaya seperti kaca yang memantul di temani barisan kupu kupu yang tersenyum senang dan sekelompok burung yang bersyair kata kata cinta hingga suasana menjadi penuh dengan mutiara mutiara yang bertaburan melayang di angkasa yang biru Burung burung dan kupu kupu yang menemani aku berenang di sungai hatimu kini berteduh di dahan menyanyikan syair syair rindu yang getarkan siang tampak jauh disana para bidadari menari senang bermandikan cahaya pelangi dan berselendang awan yang putih tampak malaikat tampanpun ikut tersenyum melihat keindahan hari yang tercipta akan damainya biru di alamku Burahol.com

AKU CINTA PADAMU
Adakah yang merisaukan dirimu Pada getar yang menyibak rasa pada nada yang terurai merdu pada nyanyian yang mengurai riang pada desah yang menguntit rindu Adakah yang merisaukan dirimu Akan rasa yang aku sampaikan akan nada yang aku nyanyikan akan irama yang aku mainkan akan embun yang basahi hatimu Adakah yang merisaukan dirimu Aku hanya sampaikan rasa aku hanya nyanyikan nada aku hanya kembangkan senyum aku hanya inginkan kamu Adakah yang merisaukan dirimu Ku titip pada angin nyanyian rindu ku titip pada ombak tebarkan rasa ku titip pada angin sampaikan nada kutitip pada malikat sampaikan doa Aku hanya ingin sampaikan rasa Aku cinta padamu

CINTA JINGGA
Wajah cerah pada indah kerudung jingga merona tersipu manja pada untai kata yang terenda di bilik hati rindu terus membayang pada getar meraba maya berpendar cahaya menyibak rasa akan indah cerita yang telah di bina Getar cinta mulai mengikat pada rasa yang ada menari ceria di harum kelopak hati bertaman indah di peluk kekasih menebar rindu yang tak mau pergi membasahi merah si jantung hati Cinta terus membahana dalam indah nada bergelora pada kata yang terucap pada sentuh indah yang teraba ucap pada janji ucap pada santun saling kasih akan asuh, saling asuh akan kasih memagut hati di altar cinta, keabadian kasih Hamparan keindahan jingga tercipta hamparan rindu malam pun menggoda hamparan rindu siangpun merona oh indahnya cinta jingga

SYAIR SYAIR CINTA
Tulislah syair syair indah pada sutra yang terhampar biru yang sudah aku siapkan dengan pena perak bertinta emas buatlah keindahan pada sayap sayap rindu yang kau punya hingga goresan itu semakin indah, Agar bisa ku hamparkan pada langit biru yang selalu tersenyum manja pada kabut pada panah asmara yang sudah berwujud akan kasih. Ketika aku menenun kain dengan benang rindu yang aku ambil dari hatiku agar kamu dapat memakainya dan aku mengambil kayu dari hatiku untuk membangun rumah yang indah yang asri agar kau dapat menempatinya dan ingatlah aku menebar benih dengan kelembutan cinta dan kita memetik panen dengan penuh riang dan aku berikan tarikan nafas roh suciku yang ada di sejatiku itulah yang terhampar Dalam keheningan malam aku berjalan di jalanmu dan ruhku memasuki jendela jendela hatimu dan detak jantungmu ada dalam detak jantungku nafasmu ada di depan wajahku dan dalam tidurmu mimpimu adalah mimpiku kerap aku berada dalam rindu aura yang terpantul menyinari gunung dan lembah pada syair syair cinta yang kita dendangkan bersama

Kamis, 13 Oktober 2011

Assalamualaikum,wr.wb

Parpol Islam Pascapilpres 2009

Oleh: Syamsul Arifin
''Masa depan politik Islam sudah habis. Partai Islam pun tak efektif lagi. Jadi, bubarkan saja partai Islam, lalu bikin partai Islam satu saja. Percuma saja, meskipun berlambang Kakbah, bulan bintang, politik Islam kian pragmatis.''

---

KUTIPAN tersebut berasal dari KH Cholil Ridwan, ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), yang disampaikan kepada Sabili (No 26 Tahun XVI 16 Juli 2009/23 Rajab 1430), majalah Islam bertiras lumayan besar. Nyata sekali kekecewaan KH Cholil Ridwan terhadap partai politik (parpol) Islam.

Tentu masih banyak dari kalangan Islam lainnya yang memiliki perasaan seperti KH Cholil Ridwan. Perasaan kecewa yang kemudian berlanjut pada gugatan merupakan hal yang wajar mengingat harapan yang demikian besar terhadap parpol Islam.

Parpol Islam, setidaknya di mata KH Cholil Ridwan, tidak cukup hanya dilihat pada identitas formalnya seperti penggunaan lambang yang dipandang sakral oleh masyarakat Islam. Kakbah, misalnya. Lebih dari sekadar persoalan simbolis, parpol Islam di antaranya sangat diharapkan menjadi wadah aspirasi bagi masyarakat Islam yang berjumlah hampir 90 persen di antara keseluruhan populasi di Indonesia.

Di mata KH Cholil Ridwan, harapan itu bisa diwujudkan jika nanti masyarakat Islam hanya memiliki satu parpol sebagai fusi dari parpol-parpol Islam yang ada sekarang ini. Harapan KH Cholil Ridwan tersebut akan berbenturan dengan fragmentasi masyarakat Islam. Jadi, wacana satu parpol Islam merupakan mimpi yang sulit menjadi kenyataan.

Mengikuti pandangan klasik bahwa banyak parpol merupakan kelanjutan belaka dari banyaknya preferensi masyarakat seperti ideologi, budaya, dan keagamaan, wajar pula jika masyarakat Islam memiliki beragam parpol. Dengan demikian, PKS, PAN, PPP, dan PKB merupakan kelanjutan alamiah dari perbedaan pada level preferensi keagamaan masyarakat Islam.

Yang terpenting bagaimana tiap-tiap parpol Islam tersebut pintar melakukan pencitraan atau yang biasa disebut dengan positioning di hadapan masyarakat Islam yang sudah terfragmentasi. Contohnya, PKB harus bisa meyakinkan kalangan nahdliyin dari mana PKB berasal.

Sayangnya, hasil pemilu legislatif pada 9 April lalu justru menunjukkan keadaan sebaliknya. Secara kasatmata, positioning parpol Islam tidak lagi istimewa, bahkan di hadapan pemilih tradisional sendiri. PAN, PPP, dan PKB masih tergolong beruntung karena mampu meloloskan puluhan wakilnya menduduki kursi DPR, kendati tidak sebanding dengan energi yang dikeluarkan.

Yang mengenaskan adalah PBR dan PBB. Pada Pemilu 2004, PBR masih memiliki wakil di DPR. Tapi, pada pemilu legislatif tahun ini, tidak ada satu pun wakil dari PBR maupun PBB. Sebab, perolehan suara mereka di tingkat nasional tidak memenuhi ketentuan parliamentary threshold yang hanya 2,5 persen.

Penyusutan tersebut pada gilirannya menurunkan daya tawar parpol Islam saat pelaksanaan pilpres 8 Juli lalu. Posisi parpol Islam terlihat semakin lemah setelah konflik internal menyeruak ke permukaan seperti yang dialami PAN. Konflik internal parpol berlambang matahari itu jelas tidak bisa dilepaskan dari perolehan kursi di DPR yang jauh dari memuaskan.

Padahal, PAN telah berusaha melakukan pencitraan sebagai partai yang semakin inklusif, tidak seperti pada era kepemimpinan Amien Rais yang dikesankan terlalu condong ke Muhammadiyah.

Kian tipisnya suara parpol Islam, ditambah konflik internal, mengakibatkan posisi parpol Islam hanya mampu menjadi partai lapis kedua (second party) -bahkan ada yang sekadar menjadi penggembira- dalam peta koalisi pilpres lalu. Ibarat gerbong kereta api, parpol Islam hanya menempati kelas ekonomi, bukan kelas bisnis, apalagi VIP.

Kondisi parpol Islam yang terpuruk pada pemilu legislatif kian diperparah oleh integritas moral elitenya. Sebagai parpol Islam, seharusnya mereka dapat mencitrakan sebagai parpol dengan berkarakter moral yang kuat. Tapi, sejak koalisi antarparpol baru sebatas wacana, hingga tercapainya kesepakatan seperti tergambar pada komposisi parpol pendukung tiga pasangan capres-cawapres yang ikut serta pada pilpres 8 Juli lalu, karakter moral parpol Islam tidak jauh berbeda dari parpol yang secara kategoris bisa disebut sekuler.

Tentu naif kalau pendirian parpol, tidak terkecuali parpol Islam, tidak dimaksudkan sebagai instrumen meraih kekuasaan. Hanya, pertanyaannya, bagaimana kekuasaan tersebut dapat diraih?

Pada konteks ini, sikap elite parpol Islam patut dikritik karena tidak mampu mengelola ''perebutan'' kekuasaan secara lebih elegan. Ada elite parpol Islam yang marah-marah seperti ingin menarik diri dari koalisi setelah jagoannya tidak digandeng sebagai cawapres. Bahkan, elite tersebut tidak segan-segan melakukan politisasi simbol-simbol agama dengan membuat pencitraan, untuk tidak mengatakan menghakimi, bahwa salah seorang cawapres tidak mencerminkan aspirasi umat Islam.

Sementara itu, ada juga elite parpol Islam yang membiarkan dirinya larut dalam kepribadian terbelah (split personality). Di satu sisi, partainya didorong ke salah satu pasangan capres-cawapres, sedangkan di sisi lain kadernya dibiarkan merapat ke pasangan lain.

Bagaimana fenomena itu bisa dijelaskan? Hanya ada satu penjelasan. Elite parpol Islam telah sedemikian jauh larut dalam aktivitas politik pragmatis, artifisial, serta tidak berkarakter. Daripada hanya menjadi parpol lapis kedua, mengapa elite parpol Islam tidak mengusahakan suatu koalisi yang berbasis Islam?

Inilah pertanyaan yang terus mengemuka, kendati pilpres baru saja usai. Masyarakat Islam akar rumput, tampaknya, tidak ikhlas jika jumlah suara dari seluruh parpol Islam pada pemilu legislatif yang mencapai hampir 30 persen terbuang sia-sia.

Bagaimana hal itu bisa terwujud? Rekapitalisasi merupakan jawabannya. Dengan rekapitalisasi, parpol Islam perlu memperkuat kembali modal yang dimiliki. Salah satu modal yang kian tergerus pada banyak parpol Islam seperti yang tergambar pada perilaku elitenya adalah modal sosial (social capital). Yakni, kesediaan bekerja sama dan membentuk jaringan antarelite dan parpol berdasar prinsip saling percaya (trust). (*)

*) Syamsul Arifin, Guru besar dan wakil direktur bidang akademik PPs Unmuh Malang

Assalamualaikum,wr.wb

” Pertama ku mengenal mu berpuisi rindu, kau ‘tlah gores kan rasa hingga pupus ini kembali indah terbuai angan. Mungkin kah hati ku ‘tlah kau curi saat bulan yang di sana tersenyum manja ? Aku ‘tak tahu, tapi pasti kan aku milik mu dan lupa kan yang ada kala rindu ‘tlah singgah membelai malam-malam mu …. “

” Untuk mu cinta, ranting-ranting doa ku ‘kan luruh untuk mu slalu. Sempurna rindu di belahan jiwa ‘tak akan pupus sperti bening nya telaga yang tersapa wajah rembulan malam. Aku merasa kasih ini ilham dari surga yang menembus langit di stiap mata terpejam dan smoga esok janji ‘kan rebah di pangkuan waktu ‘tuk mempertahan kan tiap bait puisi kesetiaan. “

” Tatap lah hidup dengan cahaya cinta dan lepaskan duka lara demi mentari kebebasan agar ‘tak ada frustasi sakit hati. Bukan harta berlimpah dan leher berdasi penguasa di hidup yang sebenarnya indah ini. Tapi ayat kemenangan akan berpihak pada cinta sejati yang punya hati. Buktikan kau yang terbaik dan bukan pendosa berkedok air mata !!! “

” Andai air mata ini teranugrah sayap laksana elang, ku ‘kan terbang tinggi membawa cinta ke negri di awan yang bertabur keajaiban. Dan semua ku lakukan demi dahaga nya hati karena sentuhan cinta dan terlalu lama sembunyi di balik kelambu malam …. “

” Kala hayal ku gagap terperangkap jiwa, mimpi ku membisik ingin menuang rasa ‘tuk damai di hati. Kepada Semesta tatap lah aku agar ‘tuk kebebasan slalu mampu ku curah cinta. Dan di jalanan kota kecil ini, bukan intan berlian yang akan tertancap di nisan keabadian. Tetapi smoga setia dan kejujuran akan menjadi kenyataan. Tuhan, di suci Mu pasti tercatat perjuangan ku !!! “

” Ku bukan insan sempurna yang mengerti cinta. Tapi ‘tak ingin hadir ku hampa tanpa jalinan yang setia laksana kejora yang rebah di pangkuan malam. Dan ku mohon sirami lah bunga hati ini untuk smakin mekar mewangi walau apa pun yang terjadi. Bidadari, jangan biar kan aku kehilangan kemesraan saat raga ku di peluk mu … “

” Dalam risau yang samar terbias arah, terdengar rintih hati yang menghiba belai cahaya. Lirih ku dengar semesta berdzikir hingga menyeret air mata dalam rindu suci pada Allah ku yang satu. Sebelum waktu terhenti dan memanggil dalam sepi, tiada lagi untai indah demi cita slain hanya ayat-ayat sejati. Dan dengan kemurahan Mu ya Allah, jaga lah hati kami dalam perjuangan mencari cinta. “

” Tiada kisah yang sempurna dan semua tahu itu. Tapi aku percaya setia ini ‘kan sempurna jika aku slalu di stiap engkau ada. Ijin kan puisi ungkapan hati ku meminang sukma mu ‘tuk slalu ku miliki. Hingga usai sudah sendiri ku kala bibir mu
lembut mengucap rasa ‘tuk berlabuh slama nya di dermaga doa ku. Kan ku cintai kau di spanjang rindu ku …. “

” Kidung asmara yang terangkai antara kau dan aku yang membuai malam, kian membuat hati larut dalam bahagia. Mungkin kah ini terjadi karena hati ku terbuai cinta yang tersambut mesra saat pertama mengenal mu bersenandung rindu. Akan ku ukir saat kita bersama dengan tinta cinta dan hadir mu ku rasa mengiring sejuta arti hingga bintang pun ‘tak sanggup mengganti kan mu. Sambut lah aku sayang ….. “

” Biarkan rindu merekah menjadi mawar ‘tuk tersentuh bisikan sejuta luka. Saat aku rapuh, lemah dan terjatuh betapa kau tetap setia mendampingi hingga aku merasa punya arti. Kala lembut kau yakin kan tetap satu bersama dalam cinta hingga akhir masa, aku ‘kan rela hidup dalam badai dan derita. Dengar lah kasih, bunga ku ada saat kau kembali di sisi ….. “

” Sepetik munajat yang tersaksi di senja kesendirian ku kala kejujuran meroboh kan malam, smoga membuka mata semesta untuk kian menoreh kan kasih agar teduh rebah di hati ini. Kepada Sang Khalik dan kesucian Nya, kabul kan satu harapan ku demi ketetapan sang legenda untuk merubah suatu keyakinan menjadi keajaiban dalam indah nya melati cinta di dunia dan di taman surga !!! “

” Jika esok diri ini kembali menjadi aku, ku doa ‘kan dalam rindu smoga cinta dan kedamaian ‘tak pernah mengenal arti slamat tinggal. Ku berharap malam ku ‘kan setia hingga fajar tiba untuk slalu mendekap hati ku. Dan bila kesendirian ku harus bersaksi dalam takdir, apa pun yang terjadi ‘kan ku lepas air mata ini dengan senyuman demi mengumandangkan dzikir di beranda lantai surga Mu …. “

” Hidup adalah keyakinan yang harus di perjuangkan sbuah peradapan yang ‘tak kenal gentar sekalipun tiang gantung dan mata pedang menjadi jawaban titik darah kemenangan. Karena kematian adalah kepastian yang bukan pilihan dengan jalan apa dan begaimana. Sepanjang ikhlas di lima waktu dan kebenaran runduk dalam satu cahaya semesta, matahari pasti terbit di stiap kegelapan ufuk timur hari esok. Allahuakbar !!! “

” Kasih ku, jangan kau bersedih dalam lamunan. Tiada guna hidup yang sementara ini risau dalam angan. Percaya lah sayang, hapus lah air mata mu, karena engkau ‘tak sendiri lagi. Bersama kita ‘kan sebrangi lautan asmara. Sebab aku percaya, sayap kita ‘kan mampu terbang tinggi menggapai negri di balik awan. Yang berhias elok nya pelangi cinta, dan agar ‘tak lagi ku sapa duka di bening indah mata mu. “

” Dekap lah diri ini di peluk mu, agar ‘tak jatuh aku di telaga air mata kesunyian. Dan bawa lah aku ke mana pun esok sayap mu terbang, karena lelah ku rasa slalu mengikut ke mana angin berhembus. Smoga semua akan kembali, masa indah yang pernah membuai kalbu. Hingga suara rindu yang dulu perih tergores luka kini tegar berkata, malam ini …. aku bahagia di penjara cinta mu. “

” Cukup lah sudah kita akhiri pengembaraan yang sekian lama membawa makna dan biarlah yang sudah terjadi lupakan saja. Sudah saat nya kita bangkit melukis wajah cakrawala dengan harapan baru untuk memimpin waktu. Bersama senandung suka duka yang ‘kan terlewati, dalam perbedaan bersama mari kita satu kan rasa demi mewujud kan mimpi untuk menjadi nyata. “

” Jangan pernah runtuh menyerah memperjuangkan suara batin yang berontak demi kebenaran. Kita adalah simbol peradapan yang akan terbentuk demi masa kekuatan baru. Bebas kan segala beban rasa di jiwa demi kedamaian dalam satu cinta dan hadapi kenyataan dengan doa. Dan yakin kan dalam batin mu, dalam lengking Allahuakbar akan slalu ada perto;ongan !!! “

” Dalam episode kehidupan tiada tercipta sempurna. Tetapi sepanjang hayat terkandung yakin dalam lima waktu, jangan pernah letih menggapai cita masa indah. Dan dalam ruang linang air mata dzikir, kiranya membuka mata hati bahwa tiada kantata seindah Khusnul Kotimah. Subhanallah Wabihamdihi, Subhanallah hil Adzim …. “

” Rasa yang tertebar liar dan benih sensasi rayu yang tersemai di lain hati ibarat mempertontonkan aurat serta mengukir prasasti kenarsisan untuk mengagungkan kemunafikan meski mencoreng simbol kesetiaan. Dan akan lebih bijak untuk mencintai pramuria berhati ibu rumah tangga dari pada mencintai ibu rumah tangga berhati pramuria. “

” Kembang ku ‘tak kan mekar, tanpa hari ku bersanding di suci mu. Tak ‘kan rasa ini berarti, selain dalam suka duka bersama mu walau cobaan menghadang. Engkau lah ilham di rindu ku karena tiada ceria ku selain satu cinta dengan mu. Hanya di jiwa mu miliki lah separuh hati ini, karena ku ingin kita adalah mempelai abadi dunia dan akherat. Aku ‘tak ingin kehilangan janji ku lagi …. “

” Kenangan yang tersisa di antara doa, jangan remuk di perjalanan untuk menjadi kan kita patriot pengukir bahagia yang ‘tak lekang pancaroba jaman. Kita punya impian, kita rindu bahagia dan ingin di cinta sbagai insan yang hati. Spanjang batin berlandas kebeningan, biar orang berkata apa dan jangan pernah peduli. Mumpung hikmah masih berbelas, slalu ada kesempatan untuk berbenah dan smoga Tuhan menyertai. “

” Doa ku di sini menunggu mu ‘tuk bersaksi bahwa aku lah milik mu. Lepas kan sepi mu serta bahagia lah kau di peluk ku walau senja ‘tlah tiba, agar aku ‘tak mengerti luka lagi. Karena ku ingin menjadi setitik arti di tengah hujan dan dingin nya angin malam ini …. “

” Berjalan ribuan mil di atas permadani cinta, menyadar kan bahwa engkau lah satu yang nyata mengerti aku. Stiap detik hanya ku ingin di sisi mu untuk menjadi separuh hidup mu. Dan mencintai mu akan menuntun batin ku melihat terang sampai angkasa ‘tak lagi membiru. Bawa lah hati ku dan simpan lah bersama rasa yang slalu engkau yakini karena hanya kamu sayang ku di semesta ini …. “

” Adalah perjuangan kita menyelamat kan cinta yang mampu menggugah hidup agar kehadiran kita mempunyai arti sperti cahaya lilin dalam kegelapan. Dan dengan kesederhanaan dan saling mengerti cinta akan selaras saling memberi sepenanggungan sampai mentari ‘tak bersinar lagi. Smoga tiada lagi perceraian dalam bingkai kenangan yang sia-sia ….. “

“ Ingin ku semai mutiara syair sbagai persembahan cinta untuk mu permaisuri hati, biar gelora asmara di jiwa membelai pesona mu agar sayang kian merekah indah. Bukan bahagia di atas harta benda yang membuat ku gila, karena aku malu saat kebesaran adzan datang membasuh kafan ku. Dan jauh di lubuk kalbu, slalu ku simpan rindu yang tertahan untuk esok terbang sperti kupu-kupu mencari cinta yang masih punya hati. “

” Mumpung waktu masih tersisa untuk menuang damai di atas kanvas cinta, smoga slalu ada pengertian untuk membuka pintu hati demi kesetiaan memegang satu cinta. Karena betapa pun kadang cinta sulit di mengerti, tetapi akan sangat lebih menyakitkan mencintai cinta yang berujung air mata perpisahan dan derita perceraian karena sayatan peristiwa luka di hati. “

” Tak ada alasan untuk frustasi dari mimpi panjang, karena manusia tertakdir bisa gagal. Ambisi meraih cita ibarat main dadu yang harus bisa menerima kekalahan dengan bijak dan ikhlas sebagai cermin sbuah kedewasaan. Dan biar lah keadilan Tuhan bicara untuk menentukan yang terbaik di atas bidak kehidupan menang atau tergilas. “

” Seraut wajah menggugah asa di pusara hati. Janji mu terbias indah di telaga madu yang membasuh letih. Aku menyayangi mu yang tercatatdalam logika meski kesetiaan kadang teruji di perjalanan. Aku memang salah dan hanya ampunan mu yang sanggup mengibar layar ku seindah mustika. Dan ijin kan kembang rindu ku mekar di surga malam mu. “

” Di stiap deras nya hujan yang membasah bumi, rindu kan aku di sini yang juga berurai deras nya air mata kerinduan untuk ikhlas melepas mu pergi dalam doa smoga kau bahagia sampai setia ku terpanggil sangkakala keabadian …. “

” Terbit lah matahari cinta, terangi kembali semesta hati. Derita mu pasti duka ku, karena slalu ku sayang kamu. Ku harap nestapa ‘tak membuat mu layu, sebab tiada mesra mu alam terasa sunyi. Aku merindu dendang asmara yang terlantun di canda ria, agar tampak anggun mu yang terbias rembulan malam ku. Karena ini lah aku satria janji mu, yang ‘tak akan tinggal kan suci sukma mu. “

” Surga yang dulu ku punya dari mu, kini hilang terjawab waktu. Sayap-sayap janji pun tampak ‘tak kuasa di perpisahan kala mata terpejam dalam bening nya kenangan. Rindu kan aku di elok senyum mu meski ‘tak lagi ku bisa menatap. Karena cinta mu terasa ‘tak pernah sedetik pun mengijin kan ku bebas sampai tangan Tuhan melambai di kematian ku. “

” Doa ini laksana halilintar di kegelapan mimpi dan nyata. Dawai gitar ku adalah saksi kidung asmara yang terlantun demi luruh di hangat mu. Dan dari beranda batin, engkau pasti mengerti betapa aku ingin menjaga janji hingga nanti tutup usia ku. Kepada semesta dan alam raya, aku lah lelaki yang akan mempersembah kan setia demi bintang hati yang menuntun ku sampai mengerti cinta. “

” Biar sayang yang ku punya adalah sayap-sayap doa untuk temukan bintang yang merindu terang. Karena ‘tak pernah pupus rasa ini meski sendiri kadang menjadi taruhan. Begitu indah hidup ini dan smoga esok kian sempurna dengan ayat mu yang mampu merebahkan ku di atas gemerlap ranjang cinta siang dan malam mu. “

” Cinta adalah anugrah jawaban doa yang hadir nya ‘tak bisa teringkari. Hanya kadang pada hati yang salah kompas cinta mengarah hingga patah hati menjadi rintihan jiwa. Tapi ada yang harus teryakini, cinta tercipta berpasangan untuk saling memberi dan berbagi. Dan pertanyaan yang meski terjawab adalah, mampu kah pujaan hati menjaga kesetiaan untuk ‘tak ke lain hati agar cinta ‘tak hanya indah di awal kesan pertama. “

” Tersenyum lah meski di balik nya tersimpan kegetiran. Dengan senyum, hati akan teguh saat menerima apa pun kenyataan yang kita hadapi. Hidup ‘tak akan berarti anugrah jika terpuruk dalam derita yang ‘tak berkesudahan hingga hati slalu tersiksa karena ketidak tenangan. Dan jadi lah diri sendiri karena orang lain belum tentu indah seperti
yang kita rasa. “

” When your love appear in my soul, there was a miracle that really give me something for the hurt. I wish everyday could be I’m the knight of your heart and I’ll be the fire in your night. Baby I need you and letz make it all for love. I wanna see your smile living in my arms to breakdown the desire tonight and hoping it never end. I don’t wanna lose you and your name will be ….. The Glory of My love !!! “

” Jika suatu saat nanti ku temu kan bahagia meski tanpa mu, akan slalu ku kenang nama mu sampai nafas lepas dari raga ku. Karena aku percaya, cinta sejati esok akan ku temukan dalam sabar dan kesederhanaan. Biar aku sendiri mengikuti ke mana takdir memimpin langkah ku, sampai ada pintu hati yang masih terbuka tulus menerima ku untuk hidup berpayung cinta dalam suka maupun duka. Smoga kau mengerti aku …. “

” Senja di kota ku terbias anggun bersolek jingga sinar mentari yang pulang. Samar terasa detak ku yang ‘tak pasti kala menatap pelangi selamat tinggal di air mata mu. Dan saat kereta api Mataratmaja membawa mu berlalu, di situ lah aku sadar bahwa hati ku tlah juga kau bawa pergi. Slamat jalan kasih, biar Tuhan yang tahu ternyata cinta ku rebah di santun mu. Dan rindu ini ‘kan hanya teruntuk nama mu slalu. “

” Tuhan ……. kirim kan lah aku anugrah Mu yang terindah, untuk ku persembah kan buat pujaan hati yang tulus mencintai ku apa ada nya. Karena bukan gadis bermateri yang ku damba, tapi kekasih sejati yang mengerti dan punya hati. “

” Tentu masih kau miliki catatan yang pernah kita tulis. Dan entah kapan akan ku pinjam untuk bersama kita baca. Selama musim bergulir, rasa ini ‘kan menembus batas awan. Hingga akan ku jaga arti mu ke mana pun langkah pergi. Walau sendiri tapi harus ku akui, luruh janji suci ku membelai semesta cinta mu hingga aku ‘tak bisa ke lain hati. Cinta mu ‘kan abadi menyinari senja jiwa ku, baby I love u …. “

” Cinta yang ku beri dan setulus hati saat bertemu sampai berpisah akan sama dan indah bermakna. Hanya jika rindu mu memanggil, ku ‘kan kembali dan smoga pintu mu masih mampu ku buka dengan kunci yang dulu pernah patah. Aku hanya menunggu gerimis reda untuk kembali terbang mencari jawaban meski harus berpacu dengan mendung hitam. Dan hanya atas kemurahan Nya aku masih bisa menoreh senandung hati ini di sini ….. “

” Tiada kalimat di langit dan bumi ini indah berkumandang dan berani menghapus hampa di jiwa hingga esok roh ku sendiri bersaksi di kafan dan spasang nisan keabadian. Dan kepada nya seluruh rasa dan kekuatan ku berseru maju ‘tak gentar mati laksana ksatria terpacu kumandang desir darah ku yang berdzikir dalam satu matahari yang teryakini ….. Subhanallah Wabihamdihi, Subhanallah hil Adzim. “

” Bangkit lah dari badai dan bukti kan jiwa mu bukan terbuat dari telur asin. Apa pun gejolak batin percuma terlalu lama tenggelam duka yang hanya membunuh diri. Takdir kita untuk menang dan bukan meratapi yang memang ‘tak layak di pertahankan. Anggap lah prahara adalah bahasa Tuhan yang harus kita arti kan. Dan tinggal dengan cara mudah atau sulit kita mencari jawaban dari tiap persoalan. Smua hanya titipan …. “

” Menangis adalah ungkapan bahasa perasaan. Tapi dari air mata yang berlinang kira nya lahir jawaban yang mampu menjadi pelita penunjuk arah yang lebih baik. Sepanjang harapan masih menyala adalah tanggung jawab kita mengubah mimpi menjadi nyata dan biar Tuhan menjadi penentu. Dan jangan biar kan hidup yang indah ini mengubah diri menjadi suatu tanda tanya yang kita ‘tak mengerti. “

” Mengapa kau simpan ragu di hati mu kalau di syair ku ada cinta untuk mu ? Bukan kah kau tahu bahwa takdir kita di sini bertemu dan untuk satu. Jangan lah goyah demi kemenangan yang kelak ku persembahkan di depan mu. Sebab anugrah ini kian terasa indah sejak pertama mengenal mu hingga nanti tutup usia ku. Aku menyayangi mu melebihi dari hidup ku. Dan semua ini ku lakukan hanya demi cinta ku pada mu. “

” Bila nanti kau miliki aku, sayangi aku di stiap langkah dan nafas mu. Aku ‘kan slalu jaga semua nya sampai raga lebur di telan waktu. Jangan pernah dengar kata mereka yang ingin memisah kan kita karena ku ‘kan slalu ada. Bersama kita pasti bahagia karena cinta akan memberi arti di hati ku dan hati mu. Mungkin makna kata hanya sementara, tapi yang slalu pasti adalah kau lah matahari penerang gelap jiwa ku !!! “

” Tiada guna ada rindu jika kau hanya kembali seperti dulu. Meski hari ku sendiri tanpa setia yang terluka karena dusta, tapi kepada cinta aku ingin menjadi yang terakhir. Meski berat memendam hasrat jiwa, tapi semua harus mengalir indah karena awan putih masih ada. Ku yakin di suatu waktu nanti, akan ada janji yang ‘tak mau melepas ku apa pun yang terjadi. Dan di sana hadir ku akan bangga bersanding di sisi nya. “

” Kala doa ku terjamah gema ikhlas, sempurna lah nostalgia di akhir cinta. Senyum ku ‘kan mengiring waktu, kala sepi mu ‘tak singgah di pelaminan. Ayat ku ‘kan jadi kasih sejati, demi hidayah damai yang sebening kaca. Aku diam bukan ‘tak mengerti, rintih batin problema dan sesak mu. Namun kau ‘tak pernah mengerti aku, yang semesti nya tercipta untuk mu. Dan kini apa yang akan engkau kata, aku ‘tak peduli !!! “

” Banyak hikmah yang mesti kita petik di perjalanan kita yang adalah insan lemah. Dan jangan pula ambisi yang berlebihan malah menempatkan kita di ruang kebingungan dan ketidakpastian. Tak lain hanya dalam ketenangan hati maupun pikiran yang mampu melahirkan ketentraman dan dewasa dalam kebijaksanaan. Agar hadir kita di sini mempunyai arti di tengah banyak jiwa yang butuh pertolongan. “

” Saat langkah lelah tertipu waktu. Kala nurani mengingkar ayat-ayat suci yang terkubur nafsu hati. Tak terasa air mata ku jatuh di sesal dan tersadar esok nafas ku hilang terpanggil abadi. Dengan Mu ya Allah, ampuni aku yang ‘tak mau sendiri lagi tanpa cahaya. Dan smoga esok Engkau satu kan aku dengan kekasih yang slalu ku cinta …. “

” Jangan runtuh bersedih dan meradang ketidakpastian karena Tuhan semesta alam berkuasa di siang dan malam. Perjalanan masih sangat lah panjang. Hadapi ketakutan dengan keberanian, bebas kan frustasi hati dengan berontak batin dan buktikan engkau anak terbaik sang takdir yang bangkit dari badai dengan mengangkat obor kemenangan di angkasa membakar angkuh nya kehidupan !!! “

” Masih kah ada damai surga tanpa mu yang segalanya bagi ku ? Aku mencintai mu lebih dari yang kau tahu, karena pada mu ku temukan cahaya syair ku. Nama mu terlalu indah untuk redup hingga membuat ku bertahan laksana pahlawan. Di malam bertabur bintang ini, sejenak mata ku terpejam demi sedetik rindu suara mu yang menghapus semua luka. Dan aku lah lelaki yang kelak bangkit dari mimpi demi cinta ku kepada cinta. “

” Smoga waktu mengilhami untuk cinta suci bicara mengetuk beku mu, bahwa aku kangen manja mu, bahwa aku kangen kamu. Dan bersinar matahari hati ku, andai kau ucap bahwa aku lah yang satu. Kembalilah kasih, cinta harus senyawa. Jangan kau goda hasrat ku, pegang tangan ku dan miliki aku sampai langit ‘tak lagi berbintang. “

” Saat nurani terdampar dalam renungan, akan tersingkap tabir benar salah di tiap goresan. Di sana akan ada pengadilan tentang ikhlas dan karma. Mumpung masih di beri waktu, buka lah hati untuk terbasuh suara bijak dan kebenaran. Agar di masa yang akan datang, ‘tak henti anugrah dan kedamaian mengiring perjalanan sejarah untuk kita dan tunas-tunas bintang kehidupan. Salah akan kalah, dan benar pasti bersinar. “

” Seperti air di daun talas, meski cinta dan rindu ‘tak menyatu, yang penting keyakinan dalam doa harus slalu menyala. Karena doa tulus orang benar di mata Tuhan akan memberi kekuatan yang ibarat air ‘kan beri kedamaian dan laksana api adalah obor semangat dalam perjuangan. “

” Sampai kapan hati mu betah sendiri ? Bukan kah roh ku hadir di pinta suci mu. Apakah cinta tlah tercabik di puncak hidup segan mati ‘tak mau ? Itu pun bukan makna sajak mu. Seperti nya aku tergulung ombak asmara dan ampuni aku yang mencuri hati. Sebab semua terjadi karena ku ‘tak ingin takdir mengutuk gairah mu beku dalam dingin nya sepi. Hidup tanpa cinta ibarat mata sempurna yang ingin buta. “

” Dalam kejujuran, slalu ada jalan keluar. Dan andai cinta pecah di jalan karena kejujuran bicara, itu lebih terhormat dari pada palsu dan kemunafikan menjadi tajuk kehidupan. Cinta adalah anugrah teristimewa nurani, bukan rekayasa atau pengingkaran hati, pangkat dan materi. “

” Semakin cepat laju nya malam, kian sendu kidung hati merindu nyata. Dan kala doa tiba di gapura yakin, seraut wajah singgah di relung kejujuran. Hingga ‘tak berdaya aku saat titah kalbu berbisik, bahwa aku sayang dia. Smoga hasrat ‘kan tergapai ‘tuk membuka surga hati, agar mampu ku selimut sukma mu dengan kilau cinta di atas anggun nya ranjang waktu. Baby, you are my evening star …. “

” Jingga langit yang terselimut mega, seakan menyuruh hati luruh dalam hakikat syukur. Kasih di beranda hati juga riang bercanda nikmati angin sore. Aku rindu waktu ku yang kini tergilas, tapi aku ‘tak peduli dan tetap menatap berkas perjalanan abadi di langit. Aku hening dalam diam, dan iri kala spasang merpati yang kasmaran pamit pulang. Sempurna sudah lamun ku, yang seakan wajah takdir sudah bijak terencanakan. “

” Lelaki dan perempuan adalah sama di mata Tuhan. Dan adalah hati yang memberi makna beda. Smoga malam ini lahir jiwa baru yang khusuk mencium sajadah dan menggenggam tasbih dalam ayat pengharapan. Agar ikhlas, asa, cinta dan cita terwujud dalam nyata. Demikian aku, smoga sakit hati yang merenggut mimpi ‘tak menuntut tragedi karma abadi untuk seraut wajah. Subhanallah Wabihamdihi Subhanallah hil Adzim. “

” Atas nama cinta …. meski sekilas, tetes nya mampu melukis bianglala di batin hingga ilalang pun manis menari. Seribu bias menoreh makna yang sulit ku pahami. Tapi aku ‘tak peduli, meski rindu kadang redup terbakar mentari. Sejenak aku menatap langit dan terbang di telan hari demi mencari labuhan hati. Dan slalu aku bersyukur, karena anugrah masih memberi waktu. “

” Jika benar dia anugrah dari surga, pasti setia nya luruh di hati ku serta bening mata nya berkedip mesra sbagai isyarat cinta harus mengalir. Sampai kapan senyum mu menipu hati menahan hasrat ? Negri ini ‘tak gersang anggur asmara dan edelweis pasti bersemi jika terjamah belai wanita. Tapi seperti yang sudah-sudah, angin senja berlalu dan genit malu saat kapan menjadi pertanyaan. “

” Tak akan pudar janji Tuhan meski lusuh nya kafan membalut raga. Aku yang suri kini bangkit bukan sebab materi. Terbasuh syair pujangga, sukma ku kembali untuk ‘tak mau hidup dalam mati. Dan kepada semesta, di bawah agung mu tasbih ku kian menyambar, bahwa liar yang terpuja tanpa restu cinta pasti menjadi karma ketidak tenangan hingga mati terusung keranda penyesalan. “

” Kadang kebahagiaan yang mampu memberi damai tidak harus di temui dalam gemerlap nya materi. Kadang dalam kesederhanaan pun ada tawa dan canda yang mampu memberi embun segar hingga kita mampu menghirup damai dan ketenangan batin. “

” Bukan maksud hati menggoda pujangga jelita yang sempurna merangkai puisi cinta. Anggun, ayu dan bersahaja diri mu membuat lidah kelu hingga bergejolak hasrat ini terkesima senyum mu yang merayu. Lenyap lah kesunyian tertetes puisi mu sampai terbit matahari terang membakar cinta ku. Siapa pun engkau, sanggup menyiram aroma wangi doa ku dan kami bangga sopan tutur mu dalam merangkai kata. “

” Begitu agung karya Ilahi ketika mentari pulang di senja pantai Parangtritis. Termenung aku menatap langit dan mengukir nama nya dalam bingkai hati di atas pasir. Begitu dalam cinta ini hingga rambut panjang nya jelas tersibak angin. Tapi kala ku dekap, ia menghilang dan lamun ku tersadar. Bahwa senyum nya memang bukan untuk ku dan adalah Tuhan di atas segalanya. Aku terpejam saat mawar merah jatuh di tanah …. “

” Dengar aku wahai Sang Perkasa, bukan hanya rembulan yang ingin di perhatikan. Beri aku seberkas sinar suci mu. Agar aku yang ‘tak bisa ke lain hati, mampu bercinta di atas debur ombak laut selatan dan di bawah senandung bintang. Untuk apa dia tercipta kalau tidak untuk di manja dan di belai rambut nya. Maka beri aku kekuatan ‘tuk menyemat mahkota cinta hingga mampu mencuri hati nya. Aku sayang pada nya …. “

” Tak ada yang mampu menerka sudut tersembunyi hati, tapi semoga di sana ‘tak ada ambisi yang membuat diri mati dalam hidup. Peristiwa yang pernah ada adalah kaca untuk bercermin dan mengerti indahnya cinta. Pasti masih tersisa senyum penghapus letih perrjalanan ini dan satu pengakuan, semakin ku rasa keajaiban Mu, semakin runduk sujud ku di bawah kesucian Mu. “

” Tak semua duri mawar merah menyakitkan dan empedu terasa pahit. Saat aku terjaga sebelum kumandang adzan subuh, sayup terdengar bidadari berpuisi yang selalu hadir dalam mimpi. Rembulan …. siapa pemilik suara merdu yang ikhlas membentangkan sajadah di setiap lima waktu ku dan tegar demi merdeka hati nya yang dia pun ‘tak tahu kapan ? Aku ingin mengecup kening nya … “

” Tak mau lagi aku hidup dalam tekanan cinta dan ambisi dunia yang ‘tak pernah memberi penawar luka. Mata yang dulu buta semoga tersibak terang hadirnya embun kepastian dan tuntunan kesetiaan sepasang tangan. Semua ada hikmah di tengah peristiwa untuk lembar baru satu tekad bersumpah mematahkan sayap cristal air mata hingga ‘tak lagi sombong berterbangan di udara. “

” Aku mohon simpan lah kerudung putih bertulis nama ku yang pernah menjadi kado di hari ultah mu. Dan saat kau ingat tiap berkas perjalanan kisah kita, biar lah kerudung itu menghapus air mata kerinduan mu. Tak akan mudah ku lupa wajah ayu nan anggun mu berhias kerudung dari ku yang pernah membuat hati ku damai sampai bila esok bertemu lagi di bawah sinar rembulan yang abadi. “

” Di sini bersama bayang mu, membuat detak terasa berhenti. Terdengar jelas genta hati yang berkata ini adalah cinta meski kau menyebut dosa. Sayang … tiada mampu untai kata memisahkan cinta, karena kehormatan ku adalah setia. Jika aku mati, satu pinta ku agar kau bahagia selalu. Ku ‘kan berdiri di gerbang nirwana demi penantian abadi. Karena nama mu adalah kekuatan yang ‘tak terpisah kan waktu. “

” Bisikkan nama ku sebelum kau tidur, maka aku hadir dalam mimpi indah mu. Meski semua tinggal kenangan, tapi ingat aku dalam senyummu. Tiada hari seindah ada cinta, ‘tuk bersama dalam suka dan duka. Kau yang pergi membawa luka ini, sayangku setia untuk mu abadi. Smoga kau bahagia dengannya, karena bagi mu aku bukan terindah. Biar di sini aku sendiri bernyanyi, menghibur hati di senja yang sepi. “

” Tulus hati ini ‘kan ku serahkan ‘tuk dinda ku seorang. Sebagai tanda kasih yang tiada kenal batas akhir. Sungguh rindu kian menggebu, saat kau ucap aku lah yang terakhir. Biar seribu tahun waktu berlalu, setia ku abadi nan slalu. Hasrat ku yang pasti, aku milik mu hingga raga tiada arti. Dan tak lagi mampu ku bicara, slain nurani yang berbisik …. ijinkan aku mencintai mu cantik. “

” Angin di larut malam serta jernih cahaya rembulan, menggugah kisah yang lalu. Saat angan terbang ke masa yang silam, betapa cinta tak bisa ku lupa karena aku slalu punya arti. Isyarat rindu dan getar asmara, slalu mengiring gejolak hati yang di landa tak rela dan kapan. Biar ini hidup hingga esok kembali suara ku memanggil nama mu dan smoga waktu tak segera menutup pintu. “

” Malam ini, pasti ku tak dapat tidur. Nama mu menggoda ‘kan selalu. Aku mohon pada sang bintang, agar dingin malam tak mengusik tidur nya. Di sini lagu ku hanya ‘tuk satu kerinduan, meski ku tahu tak lagi mampu ku menggapai nya. Hati ku sendiri di sini, bercanda hanya dengan cinta. Tapi ku tak ingin dia mengerti. Dan pasti ku malu, andai rembulan bercerita pada nya. Smoga kau bersinar selalu …… “

” Kepada Allah SWT penentu hidup dan mati ku …… Untuk Mu segalanya
hidup ku ini dan untuk Mu aku selalu rela jalani dera demi menebus hitam
yang lalu agar esok berganti terang. Satu jangan kiranya terenggut dari
hidup ini yang ‘kan beri teduh hingga hidup abadi meski kata ‘tak lagi
bermakna dan dunia harus sirna, yaitu …… IMAN !!! “

” Setiap malam tiba, aku diam seribu kata. Tak sadar sepoi angin membawa lamun rindu tersentuh manisnya cinta. Dekap setia ku agar sepi tiada lagi dan miliki aku untuk selamanya. Kan ku iring tidur mu dengan kecup bibir dan ku bisik kan kata sayang. Hanya satu hati ‘tuk satu cinta bagi ku yang sungguh berarti …. semestinya. “

” Aku menunggu dalam dinginnya raga, hingga waktu menunjuk pukul 2 dini hari. Akan ku saksikan mahakarya tingkat tinggi sebuah kantata kehidupan. Selalu ku coba menarik jiwa yang terkubur fatamorgana kehidupan untuk bersatu dalam indahnya cinta. Tak akan lagi aku takut dalam gelapnya kematian seperti dulu, karena 99 bintang tasbih ini ‘kan selalu beri cahaya dalam kekuatan ….. Allah Maha Besar. “

” Kalau harus aku jujur, terus terang ku kecewa. Biar kegagalan ini ku bawa pergi bersama mimpi dan perihnya luka hati. Doa ku semoga kau di sana bahagia dengan nya. Selamat tinggal kasih, selamat jalan sayang ….. Biar kan aku sendiri hidup tanpa cinta lagi, sampai ku temukan seseorang yang memberi ku cinta. Maaf kan aku, semua ini ku lakukan karena ….. aku cinta kamu. “

” Tak akan gentar berjalan sendiri di kegelapan hingga
menghadapi gejolak dunia yang ‘tak menentu selama kebenaran ayat-ayat Ilahi selalu mengiring perjalanan dan Allah ada di hati. Dalam jiwa orang-orang yang bersujud dan memandang Tuhan adalah sumber kekuatan dan pertolongan akan mampu meraih kedamaian hingga kemenangan dalam segala sesak problema dunia. “

” Kala ku tantang deru takdir di puncak Kelud, ‘tak pernah sadar bahwa 5 menit ku di depan adalah mistery Ilahi yang ‘tak seorang pun tahu. Biar ku persembah kan bodoh ini sekali saja dan ‘tak mau lagi mengecap kenangan meski cawan ku terbuat dari emas. Walau rindu ini sendiri, tapi mata batin ku ‘kan setajam sembilu dan tekad ku laksana kepak rajawali ‘tuk terbang menggapai cinta dan menggenggam panas matahari. “

” Rapuh hati ini mengikuti laju norma pembenaran yang menjadi pijakmu. Tetapi aku bangga pada jiwa ku karena meski bukan terindah, aku
bukan pecundang cinta satu malam. Semoga esok sepi hati terhempas
perhatian dan setia dari sebaris nama, maka dia Cinderella dalam hidup mati ku. Buat aku tersenyum dan usap pilu kesendirian ini, maka semoga cinta senyawa dalam ikrar suci tersaksi sepasang mata Tuhan. “

” Jadi kan denyut nadi dan darah yang mengalir dalam diri kita kekuatan dahsyat untuk menghantam badai ujian hingga hancur bekeping. Tuhan pasti mengiring jalan kebenaran dan cahaya bintangNya ‘kan menuntun dalam puncak kemenangan setiap hati yang sabar dalam penantian doa. Jiwa tak ‘kan pernah mati, karena Tuhan nyata di hati !!! ”

” Slamat tinggal masa lalu ……. perjalanan harus ‘trus mengalir. Tak kan pernah ku melupakan mu, karena engkau aku mengerti semua arti. Esok ‘kan ku jemput cinta mu di bawah senyum mentari, karena ku sayang kamu slalu. Kini, lepas kan aku sejenak mengikut suara hati yang menapak demi masa depan. Doa ‘kan aku sanggup menjalani …. “

” Bila aku mati dalam perjuangan, ku tak ingin air mata basahi pipi mu, karena cinta ini slalu menyala bak lentera terangi hati mu. Terlalu indah kesetiaan yang ‘tlah kau persembahkan hingga manis senyum mu mampu membuat aku slalu sayang. Selama kau panggil nama ku di setiap tidur malam mu dengan nafas doa, percayalah ……. di mimpi indah mu kita ‘kan bertemu sbagai mempelai yang ‘kan bersama dalam satu cinta. “

” Meski pernah kau tikam hati ku hingga membekas luka dan kau campakkan seperti rumput kering, tapi di ambang gerbang hari yang Fitri semua dendam dan hitam luntur dengan tetesan embun maaf. Karena cinta semakin membuat aku mengerti, itulah jalan terbaik agar pelita damai menyertai dan kelak ku temukan cinta yang lebih indah ‘tuk di kenang. “

” Milikilah cinta ini sbagai perhiasan yang ‘kan membuatmu indah, hingga tak terlarang lagi jemariku membelai rambutmu. Demi cinta, harga diri dan kehormatan, aku bersumpah tak lagi kau merasa sendiri ‘tuk kesetiaan mu yang slalu hidup. Karena memang ku akui, jiwa ini tiada arti, tanpa hadirmu nyata di hati. “

” Dalam episode kehidupan tiada tercipta sempurna. Tetapi sepanjang hayat terkandung yakin dalam lima waktu, jangan pernah letih menggapai cita masa indah. Dan dalam ruang linang air mata dzikir, kiranya membuka mata hati bahwa tiada kantata seindah Khusnul Kotimah. Subhanallah Wabihamdihi, Subhanallah hil Adzim …. “

” Tuhan tidak menjanji kan langit slalu biru, bunga slalu mekar, dan mentari slalu bersinar di kehidupan. Tapi Tuhan berjanji bahwa dengan Rohman dan Rohim Nya akan slau bersama kita dalam keadaan apa pun. Tuhan akan memberi pelangi di stiap badai, senyum di stiap air mata, berkah di stiap cobaan, ayat cinta di stiap perjuangan dan jawaban di stiap doa. “
‎
” Meski derap harus melangkah dan jantung harus berdetak, tapi kenangan ‘tak kan bisa pergi berlalu. Renungkan perjuangan yang terlukis di setiap perjalanan, sebab tanpa nya masa depan ‘tak akan pernah tumbuh dewasa. Semoga ada makna tergali seberapa pun pilu dari sebuah kenangan untuk hari esok bersama mengibarkan bendera kemenangan. ”

‎” Tak akan pernah samar jejak Ilahi bagi mata hati yang selalu terasah
dengan sujud dan menyembah Nya. Seberapa besar masalah mu ‘tak akan
kurang panjang keajaiban Allah untuk mengubah maya menjadi nyata
sekalipun matahari sejengkal di atas kepala, secuil pun ‘tak akan
membakar karena iman yang selalu bersinar. There is wonderful the love
of God in this live !!! ”

” Tak akan gentar berjalan sendiri di kegelapan hingga
menghadapi gejolak dunia yang ‘tak menentu selama kebenaran ayat-ayat
Ilahi selalu mengiring perjalanan dan Allah ada di hati. Dalam jiwa orang-orang yang bersujud dan memandang Tuhan adalah sumber kekuatan dan pertolongan akan mampu meraih kedamaian hingga kemenangan dalam segala sesak problema dunia. “
‎
” Aku tak percaya gadis di depan ku yang usia nya masih belia menenggak minuman keras
dengan tanpa bersalah. Apa yang ingin kau buktikan pada kami
selain sesal di hari esok yang ‘tak berarti dari
pelarianmu. Meski ‘tak layak kita bicara benar salah selain takdir dan
karma, jangan pernah kau bergumul dengan minuman keras. Karena itu
adalah awal dari semua kehancuran hidup mu !!!

” Saat hati jatuh dalam pangkuan anugrah cinta, pandang satu bintang dalam sunyi malam dan pejamkan mata kala gambar wajah nya menghias. Bersama cahaya doa, di sana rindu mu ‘kan hadir memberi keteduhan dalam buai mimpi sang pujaan hati. “
‎
” Lukisan masa yang akan datang adalah bagaimana kita menoreh tinta di lembar kehidupan saat ini, dan semoga indah warna pelangi slalu menghias di sana ……… “

” Dingin terasa saat sendiri tanpa cinta mu lagi, doa ku smoga kau di
sana bahagia bersamanya. Tiada dendam terpendam karena sayang ku
sepanjang jaman. Jujur ku akui, tanpa mu kasih pada suara ku tiada lagi
setegar gunung Semeru. Aku percaya Tuhan tersenyum melihat
tulus setia ku, dan aku bangga dengan itu !!! “

” Bukan kegelapan jalan kita, bukan impian hampa takdir kita dan bukan
bisikan percuma suara kita. Berdirilah laksana patriot yang memperjuangkan kebenaran dan tebarkan
slalu kebaikan di setiap kau pandang cakrawala. Karena di sini kita
berpijak adalah demi terukirnya kebenaran nurani yang terbungkam hingga
suara kita mampu menghempas deru pancaroba sebagai seorang legenda !!! “

” Apa pun kenyataan yang ‘kan kita tatap setelah hari ini, biarlah Tuhan yang tahu dan smoga slalu beri kemenangan. Kesempatan berbagi rasa di hari ini adalah anugrah indah yang harus tersyukuri dengan saling membagi sejuta maaf dan senyum damai. Karena nafas yang terhembus sampai hari ini, adalah kemurahan Tuhan yang masih memberi waktu. “

” Titip kan rindu dan cinta pada orang yang ‘tak kan pernah berpaling dari hati mu. Karena andai samudra luas dan waktu harus memisah, setia kasih nya ‘kan selalu menemani hingga bintang pun ‘tak dapat mengusir cahaya cinta nya. Smoga para ksatria cinta ku ‘kan mampu temukan nya meski aku harus tertinggal dan tetap berdiri di sini sendiri dalam jerit kerinduan air mata doa. “

Kamis, 05 Agustus 2010

Buat para Duat ha,ha

Kekasih sejati vs Kekasih standard

Kekasih standard selalu ingat senyum diwajahmu
Kekasih sejati juga mengingat wajahmu waktu sedih

Kekasih standard akan membawamu makan makanan yang enak-enak
Kekasih sejati akan mempersiapkan makanan yang kamu suka

Kekasih standard setiap detik selalu menunggu telpon dari kamu
Kekasih sejati setiap detik selalu teringat ingin menelponmu

Kekasih standard selalu mendoakan mu kebahagiaan
Kekasih sejati selalu berusaha memberimu kebahagiaan

Kekasih standard mengharapkan kamu berubah demi dia
Kekasih sejati mengharapkan dia bisa berubah untuk kamu

Kekasih standard paling sebal kamu menelpon waktu dia tidur
Kekasih sejati akan menanyakan kenapa sekarang kamu baru telpon?

Kekasih standard akan mencarimu untuk membahas kesulitanmu
Kekasih sejati akan mencarimu untuk memecahkan kesulitanmu

Kekasih standard selalu bertanya mengapa kamu selalu membuatnya sedih?
Kekasih sejati akan selalu mananyakan diri sendiri mengapa membuat kamu sedih?

Kekasih standard selalu memikirkan penyebab perpisahan
Kekasih sejati memecahkan penyebab perpisahan

Kekasih standard bisa melihat semua yang telah dia korbankan untukmu
Kekasih sejati bisa melihat semua yang telah kamu korbankan untuknya

Kekasih standard berpikir bahwa pertengkaran adalah akhir dari segalanya
Kekasih sejati berpikir, jika tidak pernah bertengkar tidak bisa disebut cinta sejati

Kekasih standard selalu ingin kamu disampingnya menemaninya selamanya
Kekasih sejati selalu berharap selamanya bisa disampingmu menemanimu

Kekasih standard selalu berusaha menjanjikanmu yang selama ini kau impikan
Kekasih sejati akan berhati-hati dalam berjanji karena dia tidak ingin kau kecewa

Kekasih standard akan membahas semuanya denganmu
Kekasih sejati tidak ingin kau memikirkan apa-apa,dia sudah menyiapkan semuanya untukmu

Kekasih standard akan merindukanmu ketika kau jauh
Kekasih sejati akan tetap merindukanmu bahkan ketika kau didekatnya
author: unknown

Sabtu, 17 Juli 2010

permasalahan penting


KPK masukkan kubu lawan ke tahanan, dong ..
Priyo Budi Santoso, wakil ketua DPR RI yang juga salah satu pimpinan Timwas Century menyarankan teman2 membatalkan Hak Menyatakan Pendapat. Saya pikir kita perlu amunisi untuk menghadapi kubu SBY yang sudah mengendalikan Kapolri, Jaksa Agung dan  hakim2 Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. M. Misbakhun, salah satu inisiator Hak Angket Century  sudah ditahan di Bareskrim dengan kasus LC yang semestinya perdata ( betapa SBY sigap menandatangani surat pemeriksaan politisi asal PKS tsb. Jumat masuk, Senin keluar, Selasa ditahan. Rekor Muri. Padahal permintaan pemeriksaan pejabat2 di rekomendasi Century sudah lebih dulu diajukan. Baru Kamis ( 29/4/2010 ) Sri Mulyani dan Boediono di periksa di kantornya, bukan di Gedung KPK, setelah surat pemeriksaan diajukan Jumat ( 23/4/2020 ). Apakah langsung ditahan seperti Misbakhun esok harinya ? Terlihat standar ganda di sini, guys..
Bibit dan Chandra terancam menjadi tersangka setelah SKPP mereka dibatalkan dalam praperadilan ajuan Anggodo, melalui kuasa hukumnya. Nunun Nurbaeti, pengeluar cek travel Miranda Goeltom sulit dihadirkan untuk diperiksa, memutus aliran tersangka di atasnya. Sementara 4 penerima travel dari kalangan DPR sudah ditahan. Iken Nasution, putra Adnan Buyung ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus impor sapi di Kementerian Sosial ). BKO. DPR, pengacara putih dan KPK diintimidasi. Mengapa kubu kita yang ingin menyelamatkan KPK dan memberantas korupsi malah dimakan orang sendiri ? Kenapa KPK tidak juga mendahulukan orang2 dari kubu lawan ?  Karena kasus Century-lah, Antasari dijebak dan Bibit-Chandra dikriminalisasi. Kubu kita yang mati2-an membela dan mengeluarkan mereka. Tapi, kubu kita yang mereka periksa dan tahan lebih dulu. Apakah hanya karena berkas sudah lebih dulu lengkap ? Prosedur standar ?
Jangan kalah start, set, manuver. Timing, timing ..
Jangan sampai kita kehabisan orang baik dan pengacara putih untuk membela orang sendiri, sementara menghadapi front lawan dengan anggota konspirasi begitu banyak, kita sudah tak punya orang tangguh lagi. Bisa keok. Saya harap KPK bisa melihat gambar lebih besar dan taktis, kali ini. Mengesampingkan data yang sengaja dipasok pihak lawan untuk menangkap dan memberangus keberanian orang2 kita, dan lebih ngotot melengkapi berkas personel kubu lawan. Perang psikologis. Masukkan juga orang Demokrat atau istana ke tahanan. Berimbang atau lebih banyak. Bukan mereka yang membela kalian, kemarin, sekarang dan nanti. Kami. Begitu banyak konspirasi, intervensi dan kebohongan saat ini, kita tak bisa jalan biasa. Banyak ranjau dan penjahat menghadang. Kita mesti melompat, menukik, zigzag dan cerdik agar tak terjungkal sebelum mencapai tujuan. Manuver, kalau perlu. Timing, timing ..
Waktu dimainkan dengan baik oleh lawan. Antasari dalam 8 jam dikenai 4 status, tanpa didampingi pengacara. Itu menyalahi hukum, tapi toh lawan jalan terus. Bibit-Chandra dalam hitungan jam digaruk masuk tahanan, meski tidak cukup bukti. Toh, lawan jalan terus. Malah memutar balikkan fakta seenak udel, seolah Bibit-Chandra wajib masuk pengadilan untuk membersihkan namanya. Tak masuk diakal. Semenit pun, Antasari dan Bibit-Chandra tak layak masuk tahanan. Mereka tak punya kasus. Tak bersalah.
Baru tingkat pengadilan negeri sudah makan waktu setahun ( Gayus Lumbuun, Ahmad Ali, Ahmad Yani dan Azis Syamsudin, tolong kalian melihat dengan perspektif lebih luas. Ada waktu yang harus dikejar di sini. Jika kalian pernah disidang di ruang penuh suap dan aparat korup, idealisme di ruang kuliah musykil dilaksanakan. Keluarlah dari menara gading. Rasakan penderitaan para pesakitan yang terdzalimi hingga menghabiskan umur, uang dan kebahagiaannya. Antasari, salah satunya ). Keburu bangkrut negeri ini kalau orang2 terbaik malah dipenjarakan orang2 jahat. Kekayaan alam kita kian terkuras, koruptor makin rakus dan perdagangan bebas ( CAFTA, dst ) makin merajalela .
Hak Menyatakan Pendapat peluru Timwas Century menjalankan pekerjaan.
SBY minta Boediono dihentikan penyidikannya ( intervensi ), tapi tentang kasus Bibit-Chandra, ia berpidato ke mana2 tak bisa intervensi. Suka2 dia siapa yang dijebloskan ke penjara. Siapa yang dihukum mati. Siapa yang bisa tertawa dengannya, menikmati uang rakyat. Dengan kenyataan ini, kita perlu peluru untuk memaksa lawan diperiksa dan dihukum sesuai kejahatannya. Peluru tajam sudah dimiliki lawan. Peluru kita, Hak Menyatakan Pendapat yang bisa digunakan dalam 1 x 24 jam. Kubu lawan terjungkal, kalau coba2 mengintimidasi dan menghambat pemeriksaan. Di mana pun di dunia, bahkan seorang ibu di rumah, perlu kekuatan untuk memaksa perbuatan baik dilakukan. 30 orang anggota Timwas, tanpa kekuatan, apalah artinya. Hari ini Misbakhun dikriminalisasi, besok siapa lagi ? Bisa2 habis anggota inisiator, pansus dan Timwas Century.
Oleh karena itu, Hak Menyatakan Pendapat sebaiknya terus digulirkan. Kumpulkan tanda tangan hingga mencapai kuorum. Sehingga tiap waktu bisa digunakan, saat keadaan genting memaksa. Overlap dengan kerja Timwas. Tik tok, tik tok, ingat timing lawan menggagalkan. Jika Timwas terhenti oleh manuver lawan, kita bisa jalankan plan B. Hentikan rezim fitnah dan konspirasi busuk, secepatnya. Jangan kalah set lagi. Jangan kalah start. Setelah Sidang Paripurna MPR, mungkin nanti ada Pjs presiden atau wapres. Atau keduanya. Jusuf Kalla atau Mahfud MD. Untuk melaksanakan pilpres lagi, kalau perlu ( kita masih punya anggaran satu putaran pilpres lagi, kan ? ). Pemimpin lembaga2 penegak hukum  diganti dengan yang bersih, kompeten dan berani untuk menuntaskan mega skandal dan kasus2 yang selama ini menjadi perhatian publik. Dengan begitu bangunan Indonesia, rakyat dan kekayaannya bisa diselamatkan.
(  saya baca di PR, 29/4/2010 ; Lily Chadijah Wahid, Bambang Soesatyo dan Akbar Faisal serta 16 warga mengajukan uji materi UU no.27 tahun 2009 tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD pasal 184 ayat ( 4 ) ke Mahkamah Konstitusi, pada Rabu ( 28/4/2010 ). Maqdir Ismail, kuasa hukum pemohon, mengatakan, kuorum 3/4 itu telah melampaui. Bertentangan dengan UUD 1945 yang menentukan kuorum 2/3 . Pasal 184 ayat ( 4 ) berbunyi, ”Usul sebagaimana dimaksud pada ayat ( 1 ) menjadi hak menyatakan pendapat DPR apabila mendapat persetujuan dari Rapat Paripurna DPR yang dihadiri paling sedikit 3/4 dengan persetujuan paling sedikit 3/4 dari jumlah anggota DPR yang hadir.” Hak konstitusional anggota DPR terampas oleh pasal tsb. Jalan tol menuju pemakzulan mesti dipersiapkan jauh2 hari. Sehingga saat dipergunakan nanti, tak mendapat sandungan/ perlawanan yang berarti. Konsentrasi dan energi kita saat itu bisa fokus menangkis serangan lawan. Per 29/4/2010 sebanyak 106 anggota dewan sudah menandatangani ).
Setelah Antasari, Bibit-Chandra, lalu Misbakhun. Sandiwaranya Kapolri Bambang.
Kapolri Bambang Hendarso menyerahkan pada penyidik tentang permohonan penangguhan penahanan atas Mukhamad Misbakhun yang diajukan 33 anggota DPR.”Biarkan otoritas ini penuh kepada penyidik, kita serahkan sepenuhnya. Ini kan proses yang sedang dilaksanakan dalam pengembangan penyidikan. Jadi, soal permohonan penangguhan kita terima, tetapi tindak lanjutnya tunggu nanti dari penyidik itu sendiri,” kata Kapolri. Katanya ( 28/4/2010 ), penyidik menahan Misbakhun atas pertimbangan subyektif ; apakah tersangka pengajuan surat utang fiktif pada Bank Century itu melarikan diri, menghilangkan barang bukti, atau mengulangi perbuatannya.
Jadi, nostalgia kasus Bibit-Chandra, ya ? Kriminalisasi. Habis dicecar DPR, Raja Erizman, sang markus yang dibiarkan Bambang bebas berkeliaran, sekeluar gedung langsung menggaruk Misbakhun ke tahanan. Kapolri Bambang setelah dicecar Komisi III DPR kemarin, sekeluar gedung langsung bersandiwara lagi. Penangguhan itu wewenang penyidik, sahutnya enteng. Waktu kasus Antasari, kita mengira Kapolri bersih, eh, ternyata dia pengatur penjebakan Antasari, dengan tim bentukan Kapolri ( menyelidiki telepon ancaman2  pada Antasari ) dan tim bayangan yang mengeksekusi Nasrudin. Habis ini mau ngomong apa lagi. Tidak ada rekayasa, tak ada rekayasa ? Menyedihkan sekali Mabes Polri dipimpin para jenderal yang fasih berbohong. Apa kata akhirat ? ( SBY bisa membuat para jenderal berbohong terus untuknya. Ditaruh di mana hatinya ? Apa kata anak istri ? Anak buah, apa kalian masih menganggapnya panutan ? Generasi saya harus bersiap menghadapi dampak ikutan akibat kebohongan massal ini. Teganya, dikau pemimpin  .. )
LC tak fiktif, dikriminalisasi. Lagu lama. Cak Bakhun marah, bos ..
Pengacara Misbakhun, Luhut Simanjuntak mengatakan, LC kliennya tidak fiktif karena terbukti dicairkan oleh Bank Century. Lagipula, sudah ada restrukturisasi kredit. Ini menunjukkan LC tidak fiktif. Kalau fiktif, ya tidak ada restrukturisasi. Pekan lalu, Misbakhun juga diperiksa penyidik Polri sebagai saksi untuk tersangka yang ditahan Polri. Misbakhun, pemilik dan pemegang saham mayoritas PT. Selalang Prima Internasional dan Dirutnya, Frenky Ongko, menjadi tersangka karena diduga memalsukan kontrak bisnis saat mengajukan LC ke Bank Century. Frenky telah ditahan Polri. Menurut penyidik, kontrak bisnis PT. Selalang dibuat setelah LC disetujui, padahal seharusnya kontrak dibuat sebelum LC disetujui. Kasus itu juga menyeret mantan Dirut Bank Century, Robert Tantular sebagai tersangka yang sudah divonis 5 tahun penjara dalam kasus perbankan lainnya.
Ratusan pendukung Misbakhun yang tergabung dalam Coalisi Anti Kriminalisasi Misbakhun ( Cak Bakhun ) menggelar poster, berorasi, melakukan istiqasah di dekat Gedung DPRD Kota Pasuruan, Jawa Timur, Senin ( 26/4/2010 ). Korlap Muallim menjelaskan, demonstrasi dilakukan untuk mendukung sepenuhnya Misbakhun melawan segala bentuk fitnah yang dituduhkan staf presiden, Andi Arief ( heran kok SBY bisa nemu dan nyimpen makhluk penjilat di dekatnya, ya. Apa sehaluan ? ). Cak Bakhun menuntut Polri profesional dan menghentikan kriminalisasi terhadap Misbakhun, serta menolak penahanannya karena selama ini Misbakhun sangat kooperatif.”Jika hal tsb terjadi maka kami akan mengerahkan massa yang lebih besar lagi, dan akan menduduki Polresta Pasuruan !”
(  wah, hati2 kalau rakyat sudah marah, bos. Dibohongi terus. Pernah berhitung kerusakannya, Kapolri ?  )
Pendapatan pajak bocor 50 %. Tak perlu hutang luar negeri kalau 70%  pajak amanah. Markus hutang luar negeri ?
Komisi Yudisial ( KY ) menyatakan, Ketua Majelis Hakim perkara Gayus Tambunan, Muhtadi Asnus diduga menerima uang Rp.50 juta ( kalau jujur 5 milyar ) dari Gayus atas putusan bebas perkara penggelapan. Uang diterima Muhtadi di rumah dinasnya, sehari menjelang pembacaan putusan bebas Gayus, kata ketua KY, Busyro Muqoddas ( 16/4/2010 ). Sebelumnya, Gayus divonis bebas oleh PN Tangerang Banten terkait kasus penggelapan uang pajak senilai Rp.370 juta. Dugaan suap muncul setelah setelah diketahui kasus aliran dana Rp.24,6 milyar ke rekening Gayus, tidak diajukan ke pengadilan karena dianggap uang milik pengusaha Andi Kosasih, yang juga menjadi tersangka dalam kasus Gayus. Seharusnya Gayus dikenai pasal pencucian uang, tindak pidana korupsi dan penggelapan. Namun, oleh jaksa hanya diajukan penggelapannya saja hingga akhirnya Gayus melenggang bebas dari kursi pesakitan ( PR, 17/4/2010 )
Melihat Misbakhun masih dikriminalisasi Mabes Polri, saya kok kurang yakin penyidikan Gayus bisa berlangsung fair dan profesional. Meski, Tim Independen Polri yang melakukan. Setelah Susno diperiksa marathon selama 3 hari kemarin, semuanya jadi senyap. Untuk kelancaran pemeriksaan, tidak diungkap ke publik, dalih mereka. Haryono Umar, wakil ketua KPK, pernah mengatakan hal serupa di “KPK Menjawab” ( radio Trijaya ), biarkan kami bekerja dengan tenang ( jangan ada kegaduhan demo dan tuntutan mahasiswa ). Setelah tak diusik, malah kubu SBY yang mengusiknya. SKPP Bibit-Chandra tiba2 kalah dipraperadilkan oleh Anggodo. Gimana, ya, nongkrongin KPK yang tidak mengganggu, tapi juga tidak diusik kubu SBY/Anggodo/koruptor ? Any idea ?
Kasus markus pajak perlu diselesaikan dengan tegas. Fuad Bawazir mengatakan, pendapatan pajak bocor hingga 50 %. Tahun 2008, hasil penarikan pajak mencapai 571,10 trilyun. Tahun 2009, menurun jadi 565,7 trilyun. Di koran, 08122484xxx menulis ; asumsi pajak yang masuk kas negara sekitar 30 %, dan sisanya sebesar 70 % yang seharusnya disetorkan ke kas negara, kata para ahli, malah masuk kantong markus pajak dan kantong wajib pajak melalui suap dan rekayasa. Dari 30 % pajak yang masuk ke kas negara ternyata bisa memenuhi 75 % kebutuhan APBN setiap tahun. Nah, bayangkan andai 100 % masuk kas negara dan digunakan sebesar-besarnya untuk kesejahteraan rakyat. NKRI kuat. Begitu banyak akses untuk sejahtera ( betapa pemurahnya Allah ), dari pajak, harta karun di laut, dsb, tanpa kita harus berhutang ke luar negeri ( artinya ada mafia hutang luar negeri ). Jika tidak demikian, seperti yang kita alami hari ini, berarti ada yang salah di negeri ini. Tidakkah anda terketuk menyelamatkan kekayaan bangsa kita ?
Paulus Tumewu dari 1,37 trilyun cuma bayar 7,9 milyar. Markus lagi.
Heii .. ada Marsilam Simandjuntak lagi di kasus pajak Paulus Tumewu, bos Ramayana, yang menunggak pajak sekitar 399 milyar ditambah denda 400 % menjadi 1.37 trilyun. Tapi dengan surat sakti Menkeu ke Jaksa Agung, ia yang sudah di P21-kan bisa melenggang bebas dengan bayar 7,9 milyar. Menjaga independensi kejaksaan ? bullshit, kata saya. Aparat penegak hukum kita pada pintar ngecap, dan diamini para pengamat/ pakar hukum macam Ahmad Ali, dsb. Giliran untuk kepentingan kelompoknya sendiri semua rambu hukum dilabraknya. Suka2 gue. Indonesia, negara hukum ? Omong kosong.
Tengok yang terjadi kemarin ( 29/4/2010  ). Baru 2 jam diperiksa secara tertutup oleh KPK, Sri Mulyani dipanggil presiden untuk rapat kabinet. Boediono juga dari kantor wakil presiden diminta istana pindah ke wisma negara di kompleks kepresidenan, ketika diperiksa KPK. Agar bisa disadap komplotan istana, sehingga Sri dan Boediono bisa disetir. Mana yang boleh disampaikan, mana yang harus ditutupi. ( Tidak tahu, lupa atau tidak ingat, sahut Boediono, Hadi Purnomo atau Marsilam ). Berbeda dengan pemeriksaan yang pernah dilakukan KPK di luar gedung KPK, para pelaku kasus Century seharusnya dilakukan di gedung KPK, setelah disisir dari penyadap, kamera, mata2  atau apapun dari kubu lawan. Anda mestinya melihat skala megaskandal  kali ini yang merupakan pola perampokan uang rakyat yang terus berulang selama ini sampai Indonesia berhutang 1.619 trilyun !
( Taufik Kiemas mengatakan, tolong mengertilah kalau Boediono diperiksa tidak di gedung KPK. Dulu Soeharto juga diperiksa di kediamannya. Seingat saya, saat itu Soeharto sudah lengser dan separuh masa pemerintahnya cukup baik ( istilah Taufik ‘berjasa’ ). Meski, separuh akhir masa berikutnya meneladankan mega korupsi ( hingga Indonesia berpredikat negara terkorup ), yang sampai hari ini kita masih berkutat memberantasnya. Menurut hitungan akhirat, Soeharto bisa2 defisit amal. Apakah Boediono sudah lengser dan berjasa ? Silakan anda menilainya. Kita tahu, setelah pejabat lengser, masyarakat umumnya baru berani mengadu/ menuntut. Kalau begitu mari kita lengserkan ( paksa non aktif ) para pejabat korup ).
Marsilam Simandjuntak di istana, Sjahril Johan di Mabes Polri. Markus double impact.
Pelaku2 yang terendus sampai saat ini ; dari istana, dirigen markusnya bisa jadi Marsilam Simandjuntak ( orang yang banyak omong tapi tidak tahu apa2, kenapa ada di istana sejak masa Soeharto sampai sekarang ? Apa kegunaannya ? Ada yang pernah menyelidiki secara spesifik, apa pekerjaan Marsilam sesungguhnya di sana ? Selain melototi Sri dan Boediono di rapat bail out Century dan menyulap pajak Paulus jadi 7,9 milyar ? ). Dari Mabes Polri, kejaksaan dan kehakiman ada Sjahril Johan. Dari kalangan pengusaha suap, ada Anggodo, Anggoro, Budi Sampoerna, . Dari kalangan pengacara hitam, ada OC.Kaligis, Bonaran Situmeang.
Saya harap pemeriksaan selanjutnya di Gedung KPK. Mereka tidak mau ? Keluarkan peluru kita. Hak Menyatakan Pendapat. Mabes Polri menolak penangguhan penahanan Misbakhun ( kriminalisasi anggota dewan untuk mengintimidasi inisiator dan Timwas Century ). Kejaksaan Agung mengajukan banding vonis mati Antasari, sekaligus memainkan kartu banding SKPP Bibit-Chandra ke Pengadilan Tinggi. Hakim2 PN Jaksel menghukum 18 penjara Antasari dan memenangkan gugatan praperadilan Anggodo melalui Bonaran Situmeang. They’re serious, guys. Tidak pakai gigi 1 lagi. Sudah 3. Kita mesti gigi 4. Tidakkah kalian melihat orkestra konspirasi ini, guys ? Ambil alih permainan. Jangan kalah set.
Periksa Sri dan Boediono di Gedung KPK. Di zona kepresidenan banyak sadap dan setir !
Saya setuju dengan beberapa anggota Komisi III DPR yang kritis mempertanyakan tempat pemeriksaan Sri dan Boediono. Semua warga negara sama kedudukannya di hadapan hukum, katanya. It’s not ordinary crime, Sir. Raksasa ! Indonesia bisa bangkrut kalau modus perampokan uang negara terus dibiarkan, ditoleransi.  Alasan sibuk ? Mereka cuma menimbun hutang, kok. Juga menaikkan tarif listrik, dsb, untuk menambal uang hasil keringat kita yang masuk ke kantong markus istana. Sibuk apanya ? Dengar kata ketua sebuah asosiasi pengusaha ; Kita buat pemerintah yang ikut kita. Mari Pangestu, cuma nongol  kalau lagi  mengumumkan operasi pasar gula pasir, beras, dsb. Yang njelimet2 kita sendiri yang mikir dan mencari jalan keluarnya. Dari serangkaian izin, hanya satu yang tidak pakai pelicin. Dan para pengusaha masih harus menghadapi demo2 buruh dan para pengusaha Cina ( CAFTA ) yang sangat disokong pemerintahnya, dengan iklim usaha sangat bagus dan korupsi sangat kecil. Bisa gulung tikar, kalau kita yang ikut pemerintah.
Pertumbuhan ekonomi Indonesia 4,3  ( bisa dimengerti ) karena ketangguhan sektor riil dari orang2 survival macam ini. ( lalu SBY dan kroninya berpidato kemana-mana, pertumbuhan ekonomi 4,3. Katakan tidak, pada korupsi ! Nyatut doang. Nyatanya, coruption hazzard ada di dikelompoknya. Terbesar lagi. Jadi, jangan terkecoh dengan excuse mereka, KPK. Hukum dan dukungan rakyat ada di tanganmu. Seret saja mereka ke Gedung KPK untuk mulai mempertanggungjawabkan perbuatannya. ( di akhirat lebih kejam, lho, jadi saya sarankan pada mereka untuk memanfaatkan kesempatan ini sebaiknya, mencuci dosa2 mereka di dunia, sehingga di alam kubur tidak terlalu banyak yang mereka bawa. Terima hukuman dengan ikhlas, ya ). Andi Arief hanya sekrup kecil di mesin besar markus. Angkut juga, penjilat ini !
Ban gembos & telur busuk : intimidasi gaya rakyat. Serbu !
Kita juga jadi ngerti, kenapa SBY menolak menonaktifkan Sri dan Boediono. Bisa terjungkal dari kemarin2 SBY. Kita juga ngerti kenapa dengan suara 60,8 %  SBY masih merasa perlu menggandeng 5 partai dalam koalisi ( koalisi tidak nurut, Misbakhun disandera ). He knows, deep in his heart he’s guilty. Kemenangannya bermasalah, ada perbuatan licik ( korupsi ) yang dia tutupi agar bisa gol ke istana. Even, for the first time ( Budi Sampoerna sudah menyumbang kampanye SBY  tahun 2004 melebihi aturan KPU ). So, KPK ( didorong Timwas dan Komisi III ) periksa pelaku2 kasus Century di Gedung KPK, ya. Atau KPK keburu dibubarkan oleh markus2 istana kalau masih pakai gigi 1. Pilih mana ? Seperti simalakama, ya ? Jangan kesalip, ah !
Ayo, Pak Bibit, maju ! Susno bisa ngomong “demi bangsa negara nyawa pun saya korbankan”, anda pasti lebih cerdik dan lebih berani darinya. Tolong masyarakat yang tinggal di sekitar pelaku2 skandal Century termasuk SBY, Bambang Hendarso Danuri dan Hendarman Supandji, persulit gerak mereka dan keluarganya. Kempeskan ban, boleh. Lempar telur busuk, silakan ( upayakan tidak ketahuan ), dsb. Memangnya, hanya mereka saja yang bisa mengintimidasi. Kami juga bisa, coy !  Kita bikin mereka sangat ‘sibuk’ sampai tak sempat pidato ( omdo ), ‘tebar pesona’, mengalihkan perhatian dengan kasus2 baru ( Satgas menemukan 11 macam mafia yang akan diusut, terbayang berkas Century ada di “basemen” ke 12. Berapa lama kita harus menggali lagi ?  Keburu bukti2 hancur termakan tanah. 5 tahun saja jenazah sudah jadi tanah. Berkas BLBI sudah dihilangkan Kejaksaan Agung. Berkas Century harus kita jaga dan tuntaskan. Kita bukan keledai, kan ? Jangan lakukan kesalahan sama. Timing, timing ..
Isolasi ( dikucilkan ) dan dipermalukan untuk efek jera, kata Zulfikar Iskandar. Mari kita buat para koruptor jera. Serbu !!  ( secara gerilya, maksud saya, biar bingungnya mereka bertambah-tambah. Biar kapok menghadapi rakyat, empunya negeri ini. Rakyat kok dilawan. Yang bener aja ).
Ahmad Ali, pakar hukum dalam tempurung, ditemani textbook. Look the big picture !
Jangan selalu keputusan hakim dikaitkan dengan rekayasa, dipermasalahkan. Dinistakan. Kita perlu hukum. Ini negara hukum, prof.Dr.Ahmad Ali, pakar hukum. Hmm .. kemana saja, pak ? Ini negara kekuasaan. Jika SBY ingin Antasari dienyahkan dari KPK karena mengendus skandalnya di Bank Century, maka Antasari harus dihukum mati. Jika SBY ingin Boediono jadi wakil presiden karena sudah membantu mengamankan uang Budi Sampoerna, maka Mabes Polri diperintahkan untuk membatalkan penyidikannya pada mantan gubernur Bank Indonesia itu (  atas kasus bail out 6,7 trilyun Bank Century  ). Semua aparat penegak hukum mesti mengikuti ‘orkestra’ ini. Hakim PN Jaksel  ‘diintimidasi’ oleh ratusan polisi dan penyidik yang terus stand by dalam sidang2 Antasari Azhar agar hakim memutuskan Antasari bersalah, betapa fakta2 persidangan membuktikan Antasari tidak bersalah. PN Jaksel pula yang memenangkan gugatan praperadilan Anggodo atas SKPP kasus Bibit-Chandra. Padahal Anggodo sudah jadi tersangka di tahanan. Betapa canggihnya, Anggodo, kata Adhie Massardi, anggota GIB. Sudah mafhum, gembong narkoba pun masih bisa mengendalikan bisnisnya dari jeruji sel. Ada mafia hukum lagi ?
Jangan cuma makan textbook, prof. Anda bukan di ruang kuliah, atau di ruang hampa. Anda ada di negeri terkorup di Asia !  Yang aparat penegak hukumnya, sebagian mendewakan uang.  Anda jangan cuma mempermasalahkan setelah  P21  mesti ke pengadilan, banding lalu PK. Tidak bisa di SKPP ( di luar pengadilan ). Sejak awal Bibit-Chandra tak layak jadi tersangka. Missing link ;  Ari Muladi, lalu ocehan Anggodo, Ade Rahardja, bukti2 tiket parkir dan rekaman komunikasi yang direkayasa penyidik, sama sekali tak nyambung ke Bibit-Chandra. Anda mau dituduh memeras, gara2 ada orang ngaku2 disuruh anda meminta uang ke Anggodo ? Banyak calo dan penipu seperti ini di sekolah2, kantor2, dsb. Apa anda pernah mempermasalahkan ini ? Ini tidak benar. Batal demi hukum. Tak sedetik pun Bibit-Chandra boleh ditahan. Anda katak dalam tempurung, atau pengecut ?
Pengadilan independen ? Says who ?
Saya harap Gayus Lumbuun, Ahmad Yani dan Azis Syamsudin dari Komisi III DPR RI, juga mau berpikir lebih luas. Bigger picture. Bibit-Chandra ditahan karena mereka menyelidiki kasus Century ( minta BPK mengaudit Bank Century ), bukan penyalahgunaan wewenang, penyuapan atau pun pemerasan seperti yang berubah-ubah dituduhkan anggota  ‘orkestra’. Anggodo sampai menyebut-nyebut RI-1 dalam rekaman di Mahkamah Konstitusi ( baru jelas sekarang, SBY termasuk pentolan konspirasi ). Saya harap penyelidikan tertutup yang dilakukan Tim Independen atas Susno, tidak berakhir seperti pembacaan keputusan hakim PN Jaksel atas kasus Antasari. Tertipu, kita semua. Fakta persidangan dibacakan, ujung2-nya ‘serangan fajar’ yang diikuti. Pembacaan itu sudah kita ikuti dengan tekun, tiba2 logikanya melompat, terdakwa bersalah dan dihukum 18 tahun !  Antasari sampai tercengang. ( saya terjengkang ). Nah, lo.
Saya heran mereka berkata pengadilan mesti independen, Kejaksaan Agung tak boleh diintervensi, kepolisian tak boleh dicampuri ? Para pengunyah textbook itu apa paham, ketiga institusi itu selama ini hanya alat penguasa untuk mempertahankan kekuasaan ? SBY cs itu bisa leluasa membunuh Nasrudin tanpa hukuman dan melemparkan kesalahannya pada ketua KPK, Antasari, sampai divonis mati. Sementara kita mesti jungkir balik mengikuti textbook agar intitusi hukum independen ? Bisa kalah set, bapak2. Ular harus dilawan dengan ular ( syukur king kobra ). Bukan kelinci. Bisa ditelan bulat2. Habis kita. Bangkrut Indonesia. Ibarat catur, pikir hingga minimal langkah ke 7.
Busyro Maqoddas periksa Nugraha Setiadji, berani ?  50 juta atau 5 M juga ?
Setelah Sjahril jadi tersangka dan ditahan, dirigen orkestra dimulai lagi. Tidak dari Australia, tapi langsung dari ‘markas gerombolan si berat’. Kolaborasi Anggodo dan Sjahrir. Mendadak gugatan Anggodo atas pengeluaran SKPP Bibit-Chandra dikabulkan hakim tunggal Nugraha Setiadji di pra-peradilan PN Jaksel. ( Komisi Yudisial tolong periksa Nugraha juga rekan2-nya yang memberi vonis nyleneh pada Antasari, Wizar, dll. Busyro Maqoddas, Zainal Arifin, beranikah bapak2 menghadapi perpanjangan tangan RI-1 di PN Jaksel ?  Mungkin ada rupiah terlibat di sana seperti hakim PN Tangerang. Hakim2 kemaruk ini tak cukup hanya dicopot, harus dipidana juga biar kapok. Masak, anggota dewan yang terima cek  travel Miranda Goeltom dipenjara, sedang hakim yang seharusnya lebih bersih dari warga yang awam hukum, cuma dimutasi. Rasa keadilannya mana ?  Beri contoh, dong. Supaya hakim2 lain berpikir 1000 kali sebelum memutuskan yang nyeleneh2 juga. Supaya usaha pemberantasan korupsi tidak mandek di tengah jalan  ). Jika Bibit-Chandra sampai tersita waktunya, terseret-seret dalam permainan ( mafia ) pengadilan, siapa yang akan jaga gawang KPK menuntaskan kasus Century ? Orang2 SBY lagi ?  Saya sudah gregetan dengan orang ini. Kita diplintir terus. His game must be stop !
Lihat kasus Misbakhun yang dipermasalahkan LC-nya oleh Andi Arief, staf presiden bidang bencana ( nggak nyambung ya. Rupanya ada intel yang tergerak memanfaatkan bacotnya lalu memasok data ). Dari 10 perusahaan, hanya Selalang Prima yang diungkit. Oh, tidak, tidak, tidak, kata Andi seraya menggoyang telapak tangannya. Lho ? Tidak ada yang minta dia menerima hasil pansus Century, kok. Opsi C sudah diterima mayoritas anggota dewan, yang artinya mayoritas rakyat Indonesia. Kenapa dia ge-er seperti dimintai persetujuan ?  Nggak ada yang nganggap dia, kok . Metro TV juga nampangin wajahnya cuma jadi bahan tertawaan. Kok, orang ini kurang kerjaan ? Banyak bencana bertebaran di negeri ini, dia masih sempat-sempatnya tebang pilih cari nama Misbakhun dari laporan BPK yang setebal bantal bertumpuk-tumpuk. Lalu tebal muka mempertanyakan hasil pansus Century yang sudah dipelototi anggota pansus dan masyarakat selama 2 bulan. Merasa jadi pahlawan ( kesiangan ).
Andi Arief & pengecam demo, bukan rakyat Indonesia. Jangan ge-er.
O, kasihan masyarakat terkelabui oleh pansus, kata Andi. Apa dia kesambet petir lalu mendadak pintar ? Tunggu dulu. Pengalaman saya berurusan makhluk2 cekak ( manipulator/ penjilat ) macam Andi, adalah mereka memakai kaca mata kuda. Ada 100 hasil baik, dengan 1-2  waste ( kekurangan ), maka yang satu ini yang diblow-up menadirkan yang 99. Tapi anehnya hal yang sama tak berlaku untuk dirinya. Jika ia melakukan 100 perbuatan, ada 99 yang salah, maka ia menganggap dirinya benar dengan berbagai excuse. Lalu menuntut banyak dari yang satu itu ( dia sedang membusungkan dada sekarang, dan meminta imbalan besar ke biro markus di istana ). Ya, peribahasanya ; gajah di pelupuk mata tidak kelihatan, semut di seberang lautan tampak jelas. Kesalahan sendiri tak terpikir. Orang lain belum tentu salah, diungkit-ungkitnya sampai hancur.
( saya juga heran, kenapa Misbakhun yang ke Mabes Polri duluan, malah dijadikan tersangka ? Bukan diurus dulu pengaduannya ? Apa polisi tebang pilih seperti Andi ? Gini, kok, dibilang profesional dan independen ? Lalu kita disuruh Gayus, Ahmad, Aziz untuk tidak intervensi agar mereka independen. Tanpa kami pun, mereka sudah melacurkan diri diintervensi penguasa dan tidak independen, bung ! ).
Dengan pola  Andi mestinya dia juga mikir ; kalau  40 % orang tidak memilih SBY, apa bosnya Andi sah sebagai presiden ? ( meski banyak masalah soal DPT, perdebatan hasil perhitungan di KPU ). Andi mestinya konsisten. Hasil pansus Century pun sah ( opsi C ) dipilih 325 anggota dewan. Ada 212 yang tidak setuju opsi C, tapi  toh opsi C disahkan sebagai keputusan Paripurna DPR, untuk selanjutnya dibentuk Timwas menindaklanjuti rekomendasi tsb. Jadi, tidak pada tempatnya Andi mempertanyakan. No, no, no … ( who does he think he is )
( saya juga ingin  meluruskan pengecam demo yang mengeritik peserta aksi damai yang mengatasnamakan rakyat. Dia merasa tak ikutan, jadi jangan bawa2 nama rakyat. Bisa jadi ia ketiduran waktu pemilu, memilih tidur daripada nonton sidang2 pansus Century, mending ngerokok daripada beli koran dan baca reportase pembahasan Century di dalamnya, lalu suatu siang ia tak bisa ke warung rokok, gara2 kerumunan mahasiswa beraksi menuntut penuntasan kasus Century. Ia menggerutu jangan bawa nama rakyat, ngapaian ngurus Century ( benda apakah itu ? ), kenapa tidak memikirkan wong cilik seperti dirinya yang susah hidup, beras mahal ( padahal duitnya ia habiskan untuk beli rokok ). Apakah ia pantas menyebut dirinya rakyat Indonesia ? Ia lebih pantas jadi warga Israel yang nyasar ke Indonesia. Kehadirannya tak berguna di sini, hanya parasit yang jadi beban warga lainnya. Jika kami mengatasnamakan rakyat, parasit2 ini tidak masuk hitungan kami. Ia tak memantaskan diri sebagai rakyat Indonesia, kenapa kami harus menganggapnya rakyat Indonesia ? Jangan ge-er, ah. Tak ada yang minta pendapat dia. Andi Arief juga ).
To :  Akbar Faisal. Jangan tersipu dipuji, jangan ragu mengatai staf bencana. Hajar saja !
Pada topik kasus Misbakhun, Metro TV  mengadu argumentasi  Akbar Faisal dengan Andi Arief di ujung telpon ( videocall/ conference ). Saran saya pada Akbar ; jika menghadapi orang macam Andi, anda jangan terseret masuk ‘permainan’-nya. Ketika ia mengatakan, saya percaya anda tidak seperti anggota pansus yang lain, dalam hati ia sedang meremehkan anda dan memecah belah anda dengan rekan anda. Orang baik di mata orang jahat adalah mangsa empuk. Ia seolah memuji, padahal sebenarnya untuk menggiring anda melakukan hal yang manis, seperti tidak berkata kasar atau menyerang balik. Hasilnya, anda seperti rikuh mengatakan Andi staf bencana, seraya tersenyum-senyum. Sementara, ia leluasa menyerang teman2 anda, logika anda, hasil pansus dengan semena-mena.
Awal anda masuk frame teve atau ruangan, anda harus langsung menset di kepala anda, lawan bicara kita dari kubu anda atau kubu lawan ? Dark side or bright side ? Bad guy punya pola pikir berbeda dengan good guy. ( pengalaman saya, cara2 di Mario Teguh-Golden Ways hanya berlaku untuk orang normal, bukan penyiksa atau psikopat. Anda akan tergilas jika memakai cara2 biasa. Setan di orang normal masih 1-2. Setan di psikopat lebih dari 9. Ia menjadi tool sempurna bagi iblis untuk menghancurkan manusia sesuai sumpahnya pada Allah ). Anda mesti tahu reputasinya lebih dulu. Tingkat penyimpangannya. Dalam mata batin anda, Andi mestinya terbayang dengan 5-6 setan di sampingnya. Bonaran Situmeang 7. OC Kaligis 8 setan. Sehingga anda tak perlu berbelas kasihan pada mereka. Setan yang menggerakkan mereka, meniupkan ide2 yang tak manusiawi ( alias setanwi ).
Senyum dan pujian membesarkan penyiksa.
Melihat kekuatannya ( 6 setan ), anda jangan kalah start dengannya. Jika Andi nyerocos menutupi argumentasi anda, anda jangan kalah nyerocos menutupi suaranya. Apalagi saat itu anda yang ditanyai pewawancara, bukan Andi. Tak perlu bersikap manis pada Andi ( senyum meminta dukungan rakyat berikan pada orang baik, ketika anda sedang tidak berhadapan dengan orang jahat. Senyum korban  bikin pede orang jahat. Seperti perampok melihat wanita menyupir kendaraan.  Keberaniannya bertambah untuk merampas mobil itu. Jangan pula memujinya. Pujian di mata orang jahat dibaca sebagai pernyataan penghambaan korban kepadanya. Aneh kan ?
( makanya MTGW tidak jalan di sini ( kelas penjahat kakap ), tapi saya sangat mengapresiasi pengabdian Mario Teguh mendidik masyarakat. Civil society yang kuat bisa lahir dari tangan orang2 berdedikasi seperti beliau. Kebaikan akan mudah memunculkan keberanian. Hati segera terusik jika melakukan hal yang dilarang agama. Koruptor takkan punya ruang di masyarakat seperti ini.  ).
Si jahat langsung ngamuk jika si korban tidak menurutinya setelah ‘pernyataan’  itu. Itu sebabnya, calon korban disarankan langsung teriak jika diancam penjahat atau tutup telpon jika diintimidasi. Suaranya sudah menyedot dan membudakkan calon korban. Para penyiksa melatihnya suaranya sangat baik  sejak balita. Untuk survive, karena mereka tak punya ( ogah belajar )  ketrampilan lain. Ditambah 9 setan, maka hanya kematian dan campur tangan Allah yang bisa menghentikan mereka. Trust me ! Saya pernah melalui jalan ini ( menghadapi penyiksa ) sampai 7 kali. Kenapa Allah melakukan ini pada saya ? Tak lain agar saya bisa mengajari yang lain selamat melaluinya.
Banyak energi dan waktu bangsa ini terbuang meladeni orang macam Andi Arief, OC Kaligis, dst. Waktu lebih produktif kalau kita langsung menutup telpon ( tak berurusan dengan mereka, forever ). Di Afganistan, orang2 macam ini yang menjual saudaranya sendiri ke pasukan Amerika, hanya demi beberapa dolar. Bahkan, hanya remaja yang kebetulan mengantar air atau lewat di desa Taliban, mereka tega menyeret si remaja ke markas AS untuk ditukar dengan dolar itu. Si remaja kemudian disiksa, diperkosa, sampai memberi tahu pentolan Taliban yang ia tak tahu. Nurani mereka sudah mati. Ketika saatnya tiba, ( saya bermimpi diutus mempersiapkan itu ) jangan ada orang2 semacam ini lagi, yang menghambat gerak para pejuang kita. Full speed.  ( perlambatan kerja KPK pada kasus Century juga karena orang2 semacam ini. Kita tak ingin Indonesia, jadi seperti Thailand, Kirgistan, Irak atau  Afganistan karena mereka, kan ?  )
Kebaikan tak terbaca, jangan dibaiki. Dengkek ..
Orang2 semacam Andi tak mampu membaca kebaikan orang, apalagi membalas kebaikan. Referensi kebaikan tak ada di kepalanya. Masa kecil membentuknya menjadi alergi penolakan, egois, hanya memikirkan kelompok pembayarnya, manipulatif, orang lain harus kalah meski benar. Orang2 jahat langsung menggebrak ketika peluit start ditiup, sehingga korbannya tak sempat bicara menunjukkan kesalahan si jahat atau menuntut hak si baik. ( mirip kubu SBY sekarang, ya, dengan penahanan orang2 kita ).
Mestinya, anda langsung menyerang kelemahan, kekurangan dan ketidakpantasannya begitu dia mulai berbohong, bermain kata2 tak mengindahkan fakta, kebenaran. Buat ia down, tak berkutik, tertutup omongannya seperti anda lakukan pada Ruhut di ruang pansus tempo hari. Dari kedudukannya, tingkat nalarnya dan nuraninya, Andi tak selevel dengan anda. Anda jauh di atas. Orang2 ini berpikir parsial, asal dirinya selamat. Jika anda bicara etika, nilai2 itu tak membekas di benaknya, apalagi membuatnya bersikap seharusnya. Yang dipikirkan saat itu adalah menang. Bukan benar. Andi sudah terkelabui setan. Kita tak perlu terkelabui olehnya.
Ahmad Rifai, jangan kalah nyerocos  tutupi  ocehan OC. Kaligis.
Sekali lagi, juga untuk Ahmad Rifai  ( pengacara Bibit-Chandra ) dan Edi ( dosen UGM yang menulis praperadilan Bibit-Chandra di Kompas ). Begitu melihat orang yang bereputasi buruk ( dark side, sebagian orang bisa membaca orang jahat dari guratan di wajahnya ), saya sarankan anda langsung pasang kuda2 untuk menangkis, lalu serang balik. Karena orang2 ini tak terduga. Seni mereka bertahan hidup sejak balita adalah memanipulasi orang, dimulai dari orang2 di rumah. Jika itu bisa anda lakukan, audiens akan melihat anggota pansus ( dewan ) tangguh, memberi rasa aman ( dan percaya diri ) pada mahasiswa, masyarakat yang akan mengikuti jejak anda, menegakkan kebenaran. Sehingga pelemahan hasil pansus yang coba dirintis oleh Andi Arief akan gagal. Tak ada orang2 setelah dia yang mau menyia-nyiakan waktunya berbuat konyol seperti dia.
Si bandot tua ( OC.Kaligis ) jangan dipanggil profesor ( gelar ini untuk orang berilmu dan berintegritas tinggi, bukan sekedar lulus S3 tapi dengan kelakuan markus dan perangai preman pasar. Melihat omongan dan tingkat pemikirannya, bisa jadi ia penyontek ulung waktu di sekolah  ). Anda memposisikan dia di atas anda, jadinya ( sudut pandang penyiksa ). Ia tak lebih intimidator  yang nunjuk2 hidung orang yang sebenarnya ( kita tahu semua ) lebih bagus dari dia. Ia seperti Ruhut, tidak membahas substansi, tapi menyerang orang. Ketika harusnya adu argumentasi, ia cuma bisa ngomong ‘anda tak tahu masalah tapi bicara’ atau ‘anda jangan cuma di Yogya, nulis yang tidak anda tahu, datang ke Jakarta, lihat berkas dari jaksa sini. Apa sih media ? Jangan cuma menelan media’. Giliran Ahmad mematahkan Kaligis dengan tidak konsistennya berkas jaksa, si bandot yang tadinya nunjuk2 Ahmad dan audiens ( mahasiswa ) dengan berkas jaksa sebagai acuannya, mendadak ngoceh ‘hei salahkan jaksa yang tidak konsisten yang membuat ini, jangan saya dong, gimana sih, ini pengacara muda bla, bla, bla ..’ ( anak kecil banget, yang ketahuan bo’ongnya, akal bulusnya gagal , lalu ngomong ngawur, ngelantur, sikut sana sikut sini  ).
Tepuk tangan untuk orang dan argumentasi yang benar.
( dan saya sangat menyayangkan penonton yang bertepuk tangan meriah untuk si bandot. Kalian meninggikan posisinya lagi, membuat dia makin tak tahu diri. Pujian bagai bensin yang membakar kepongahan penyiksa. Lagi2, kita terpaksa membuang energi tak perlu untuk menghentikannya. Seperti lingkaran setan, ya. Audiens, bertepuklah pada orang dan argumentasi yang benar. Oke ? ). Media sebaiknya mem-blacklist orang macam Kaligis. Saya tidak melihat kontribusinya pada negara, kecuali kegaduhan melelahkan yang sering dibuatnya. Kita masih punya banyak persoalan penting yang membutuhkan argumentasi cerdas dari orang2 yang berdedikasi, amanah dan kompeten. Hadirkan mereka. Bukan gertak, sambal kecap dan intimidasi dari  preman kampungan. Kaligis mengecilkan media, you don’t let him away for this, do you ?
Banyak aparat penegak hukum yang berpikir seperti dia. Parsial  ( sehingga tidak melihat urgensinya kasus Century  dituntaskan dengan benar ). Ansyaad Mbai, KA Desk Anti Teror Menkopolhukam dalam Today’s Dialogue ( 9/3/2010 ) berkata pada Ali Mochtar Ngabalin begini,”Faktanya ada teroris di sini, orang kita sendiri yang harus diberantas. Jangan nyalahin Amerika di sono.” Pemahaman sepotong-potong. Ansyaad menutup mata telinga terhadap fakta pemerintah Amerika menyerahkan 12 juta USD pada pemerintahan SBY untuk kebijakan terorisme. Uang itu bisa dari memanen opium di Afganistan atau bisnis rezim zionis yang menggurita. Israel, berasal dari orang Yahudi yang diaspora dicangkokkan Inggris, dilanjutkan Amerika, ke tanah Palestina untuk bikin keributan di Timur Tengah. Osama bin Laden, warga Saudi Arabia, lulusan terbaik CIA yang dicangkokkan ke Afganistan untuk mengusir Uni Soviet.
Disuruh jaga Timor, disuruh lepas Timor. Emangnya, jongos ?
Saddam Husein bekas mitra Amerika untuk mengatasi Iran yang ogah dikendalikannya lagi. Operasi CIA menjungkalkan Soekarno dengan peristiwa G 30 S/PKI dan lubang buaya. Perintah Amerika pada Soeharto untuk mengambil kekuasaan di Timor Timur, lalu setelah pengaruh Blok Timur lenyap,  sekutunya, Australia diminta mengambil kembali dengan referendum. Kini dinamai Timor Leste, dengan minyak di Celah Timor jadi  jatah Australia.  Apa Ansyaad mengira terorisme terlepas dari ulah Amerika ? Padahal, dedengkot militan muslim itu alumni Afganistan, anak buah Osama. UNHCR dan IOM  diam2 menfasilitasi pengungsi2 yang lari ke Indonesia dengan senjata dan jaringan untuk melakukan teror di Indonesia. Kedutaan Australia di Jakarta ternyata pengebomannya dibiayai oleh bule Australia yang kerja di kedutaan tsb.
Apa Ansyaad senaif itu ? Atau ikut kecipratan duit dolar ? Anda bayangkan teroris hilang tumbuh berganti, dan kita menghabiskan umur menonton sandiwara yang berdarah peliharaan AS ? Pengalihan isu atau lapisan2 kasus ala Amerika untuk menutupi kebiadaban invasinya di Irak dan Afganistan. Sesuatu yang ditiru oleh SBY dan Mabes Polri atas kasus Century saat ini. Dengan pikiran pragmatis sependek ini, Ansyaad, Andi Arief, SBY, Mabes Polri, kejaksaan, pengadilan takkan menjangkau akibat dari perbuatannya. Kefasihan mereka bicara disebabkan tak  ( merasa perlu ) berpikir panjang. Semuanya terlontar saat itu. Asal menang. Asal bunyi. Giliran terjadi kerusuhan, kekacauan, kebangkrutan, mereka lepas tangan, kita juga para ulama yang harus maju memadamkan serta jungkir balik menyelesaikan. Jadi soal Andi ini, with or without him pansus dan rekomendasinya jalan terus. Go to hell about him. Anggap dia nggak ada waktu kita lewat. Matikan saja teve-nya kalau dia ngoceh lagi. Waktu kita lebih berharga untuk melakukan hal lainnya.MANTAP